• Kamis, 4 Juni 2026

Aksi Tipu-Tipu Modus Pejabat Polda Sulteng, Rp 31 Juta Mengalir Lewat Transfer

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 5 Februari 2025 | 14:11 WIB
Terungkap! Penipuan identitas pejabat Polda Sulteng berhasil menipu dua korban hingga Rp 31 juta. Waspada, jangan mudah tertipu!
Terungkap! Penipuan identitas pejabat Polda Sulteng berhasil menipu dua korban hingga Rp 31 juta. Waspada, jangan mudah tertipu!

 

Sulawesitoday - Muncul sebuah kisah mengejutkan dari Polda Sulteng. Pada Rabu, 29 Januari 2025, Ditressiber Polda Sulteng berhasil menangkap seorang tersangka yang mengaku sebagai pejabat tinggi.

Tersangka inisial SAN, seorang residivis penipuan, ternyata tak segan-segan memanfaatkan identitas palsu guna menipu dua korban.

Penangkapan terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan. Tim Ditressiber melakukan penggerebekan dengan cepat dan tepat.

Hasilnya? Uang transfer sebesar Rp 31 juta sudah berhasil disalurkan oleh kedua korban yang percaya pada kepalsuan identitas tersebut.

AKBP Sugeng Lestari, Kasubbidpenmas Polda Sulteng, memberikan keterangan resmi.

“Menurut pengakuan tersangka, dua korban telah mengirimkan uang secara transfer. Total uang yang diterima mencapai Rp 31 juta,” ungkapnya di Palu, Sulawesi Tengah, pada Rabu (5/2/2025).

Ini menggarisbawahi betapa seriusnya tindakan penipuan yang terjadi.

SAN menggunakan cara yang cukup licik. Ia membeli kartu perdana, membuat akun WhatsApp dengan foto pejabat Polda Sulteng yang didownload dari Google, lalu berpura-pura sebagai Wakapolda dan Dirreskrimsus Polda Sulteng.

Ia menghubungi beberapa pengusaha dan meminta sejumlah uang dengan dalih kepentingan mendesak. Bisakah kita mempercayai siapa saja di era digital ini? Pertanyaan itu menggema di benak kita semua.

Dalam keterangan lebih lanjut, AKBP Sugeng menegaskan bahwa dalam aksinya, tersangka bertindak sendirian tanpa melibatkan pihak lain.

Modus penipuan ini bukan hal baru bagi tersangka yang telah memiliki rekam jejak di Polda Jatim, Polda Bali, dan Polda Kaltim.

Keberanian dan kecerdikannya dalam menyamar menunjukkan betapa rumitnya jaringan kepercayaan dan penipuan di masyarakat.

Tidak hanya soal penipuan uang, kasus ini juga menggugah pertanyaan tentang keamanan informasi.

Peristiwa ini menjadi cermin bahwa dunia digital memiliki celah yang mudah dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini