Sulawesitoday - Suasana kelam menyelimuti perjalanan di Tol Trans-Jawa pada Sabtu pagi ketika sebuah mobil Honda BRV dengan nomor polisi F 1859 MO melakukan tindakan fatal yang melawan arus di jalur cepat.
Peristiwa ini terjadi setelah kendaraan tersebut menempuh jarak hingga 13 kilometer secara terbalik sebelum akhirnya bertabrakan dengan sebuah bus yang membawa suporter Persebaya Surabaya.
Menurut keterangan awal, kendaraan dinyatakan mulai bermasalah sejak singgah di rest area KM 319. Di sana, mobil BRV sempat berhenti selama 7 menit, namun baik pengemudi maupun penumpang tidak turun dari kendaraan.
Keanehan situasi semakin nyata ketika, setelah meninggalkan rest area melalui pintu masuk, mobil berbalik arah dan menapaki jalur cepat menuju timur pada kondisi gelap, tanpa menyalakan lampu kendaraannya.
Di KM 332, tepatnya di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tabrakan terjadi antara mobil BRV dan bus PO Fransindo Trans yang melaju dari arah berlawanan.
Benturan keras itu memaksa mobil untuk terpental ke bahu jalan, sementara bus mengalami kerusakan signifikan di bagian depan meskipun pengemudi bus dinyatakan selamat dari insiden tersebut.
Pihak kepolisian mengungkapkan temuan mencengangkan di dalam mobil BRV, yakni ribuan bungkus rokok tanpa pita cukai. Barang bukti ini langsung diamankan di area exit tol Bojong, mengindikasikan adanya praktik peredaran rokok ilegal.
Sementara itu, hasil pemeriksaan urine terhadap pengemudi menegaskan bahwa ia tidak berada di bawah pengaruh narkoba.
Namun, analisis awal oleh Kasat Lantas Polres Pekalongan mengisyaratkan adanya kejanggalan pada kondisi mental sang pengemudi, yang mungkin menjadi pemicu kejadian ekstrem tersebut.
Polisi, yang bersama Satreskrim Polres Pekalongan tengah mendalami kasus ini, menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Kejati Sulteng Gencarkan Investigasi Penyalahgunaan Anggaran Proyek Jalan di Parigi Moutong
Mereka menolak dugaan adanya razia yang mungkin memicu pengemudi melawan arus. Upaya investigasi kini difokuskan pada pengumpulan data lebih lanjut mengenai muatan rokok ilegal yang ditemukan serta pemeriksaan kondisi mental pengemudi saat sebelum kecelakaan.
Keputusan untuk terus menggali fakta dari lapangan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai motif di balik tindakan pengemudi yang berbahaya tersebut, sekaligus menekan praktik peredaran barang ilegal yang mengancam stabilitas lalu lintas di tol nasional.