• Selasa, 21 Juli 2026

Gempa Tektonik di Laut Kupang, Analisis BMKG Ungkap Mekanisme Oblique Thrust Fault

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 14 April 2025 | 07:00 WIB
Gempa M4,9 di perairan Kupang terjadi pukul 02.35 WIB; intensitas MMI II terasa di Lembata, tanpa potensi tsunami. Warga diimbau cek keamanan bangunan
Gempa M4,9 di perairan Kupang terjadi pukul 02.35 WIB; intensitas MMI II terasa di Lembata, tanpa potensi tsunami. Warga diimbau cek keamanan bangunan

Sulawesitoday - Gempa tektonik mengguncang perairan lepas di wilayah Barat Laut Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Senin pagi 14 April 2025.

Berdasarkan analisis BMKG, gempabumi tersebut tercatat dengan magnitudo M4,9 dan terjadi tepat pada pukul 02.35.40 WIB.

Episenter peristiwa alam ini terletak di laut, pada koordinat 9,26° LS dan 123,88° BT, berjarak sekitar 81 km arah barat laut dari pusat Kabupaten Kupang, dengan kedalaman hiposenter mencapai 81 km.

Mengacu pada parameter dan posisi episenter, peristiwa ini dikategorikan sebagai gempa menengah yang disebabkan oleh deformasi dalam lempeng Banda.

Sistem pergerakan oblique thrust fault yang mendasari guncangan ini menjadi faktor utama dalam mekanisme peristiwa, memberikan gambaran bahwa aktivitas tektonik di wilayah ini tidaklah asing bagi kawasan yang rawan gempa.

Dampak gempabumi terasa di beberapa titik, terutama di wilayah Lembata, di mana intensitas getarannya mencapai skala II MMI. Getaran tersebut dirasakan oleh sebagian warga, disertai dengan goyangan pada benda-benda ringan yang menggantung di beberapa titik.

Meskipun intensitasnya tergolong ringan, kehadiran gempabumi ini seharusnya menjadi pengingat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kerusakan struktural bangunan.

BMKG dalam pemodelan terbarunya memastikan bahwa peristiwa ini tidak memiliki potensi tsunami sehingga situasi keamanan di perairan sekitar masih dapat dikendalikan.

Hingga pukul 02.49 WIB, monitoring lanjutan menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan atau aftershock belum terdeteksi, mengindikasikan bahwa sistem tektonik mungkin belum menunjukkan tanda-tanda kegelisahan lebih lanjut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Bagi warga yang berada di dekat lokasi gempa, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan yang mungkin telah mengalami retak atau kerusakan.

Baca Juga: Eks Artis Sekar Arum Widara Tertangkap Polisi atas Pengedaran Uang Palsu di Mal Kemang

Pastikan bahwa struktur tempat tinggal aman dari potensi kerusakan akibat getaran, dan jangan ragu untuk melakukan perbaikan kecil sebelum kembali menempati bangunan.

Informasi lebih lanjut dan update resmi seputar peristiwa ini dapat diperoleh melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti akun Instagram dan Twitter @infoBMKG, website resmi BMKG, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi mobile resmi BMKG.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini