Sulawesitoday - Selasa (13/5), siang hari di pertigaan Ampera, Kelurahan Kabonga Kecil, Kabupaten Donggala, dua mobil—berwarna putih dan hitam—beradu pada satu titik jalan yang kerap dilalui warga setempat.
Dugaan awal menunjukkan rem salah satu kendaraan terblokir, sehingga pengemudi kehilangan kendali di tanjakan ringan menuju pertigaan tersebut.
Tim kepolisian setempat langsung mengamankan lokasi untuk olah TKP. Petugas menyatakan masih menelisik rekaman CCTV dan keterangan saksi guna mengurai kronologi pasti kecelakaan.
“Kami belum dapat memastikan penyebab utamanya, tetapi indikasi rem blong kuat mengemuka,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Donggala.
Meski benturan terjadi cukup keras, tidak ada nyawa melayang. Kedua pengemudi hanya mengalami luka ringan—memar di lengan dan gegar otak ringan—lalu dilarikan ke Puskesmas Kabonga untuk observasi. Humas Puskesmas menegaskan, “Kondisi kedua pasien stabil dan dapat pulang setelah pemantauan singkat.”
Dua unit mobil ringsek di bagian depan, bumper remuk dan kap mesin penyok cukup dalam. Estimasi kerugian mencapai puluhan juta rupiah, belum termasuk biaya perbaikan rangka dan sistem pengereman.
Bengkel setempat memperkirakan perlu penggantian master rem dan pengujian rem cakram sebelum kendaraan layak jalan kembali.
Insiden ini sekaligus menjadi peringatan bagi pengendara lain agar rutin melakukan pengecekan kondisi kendaraan, terutama komponen kritis seperti rem dan sistem hidrolik.
Baca Juga: Polres Parigi Moutong Gulung Jaringan Sabu di Ampibabo, 3 Tersangka Diringkus
“Jangan tunggu rem terasa hangat atau blong, segera servis berkala setiap 5.000 km atau enam bulan sekali,” saran mekanik berpengalaman di Donggala.
Di media sosial, kabar kecelakaan ini ramai diperbincangkan. Sejumlah netizen mengimbau warganet untuk menahan diri, menyerahkan proses penyidikan kepada aparat, serta menekankan pentingnya kehati-hatian saat berkendara.