kriminal

Petugas Lapas Parigi Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Sajam dari Botol Sampo

Kamis, 7 Agustus 2025 | 09:09 WIB
Petugas Lapas Parigi membongkar penyelundupan sabu dan sajam yang diselipkan di botol sampo. Kakanwil Ditjenpas Sulteng berikan apresiasi.

Sulawesitoday - Di Lapas Kelas III Parigi, sebuah botol sampo bukan berisi cairan pembersih rambut. Melainkan, empat paket kristal bening yang diduga sabu dan sepasang senjata tajam.

Kejadian ini menjadi bukti nyata kesigapan petugas dalam mematahkan setiap upaya penyelundupan.

Temuan itu bermula dari rutinitas. Rabu, 6 Agustus 2025. Petugas Pintu Utama (P2U) menjalankan tugas harian. Memeriksa setiap barang titipan untuk warga binaan.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pemeriksaan harus teliti. Sebuah botol sampo yang dikirim oleh pengemudi ojek berinisial T menarik perhatian petugas.

Saat botol digeledah, kecurigaan menguat. Isinya terasa aneh, bukan cairan. Setelah dibuka paksa, terkuaklah isi sebenarnya.

Empat paket narkotika jenis sabu tersimpan rapih. Tidak sendirian, ada pula dua bilah pisau kecil yang ikut diselipkan.

“Temuan ini hasil dari pemeriksaan ketat yang rutin kami lakukan,” ujar Kepala Lapas Parigi, Fentje Mamirahi. Ia menjelaskan, modus penyelundupan ini terbilang rapi.

"Pelaku mencoba memanfaatkan kelengahan, tapi petugas kami tidak memberi ruang."

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak Lapas Parigi segera bertindak cepat. Mereka langsung berkoordinasi dengan Satuan Narkoba Polres Parigi Moutong.

Tujuannya jelas: menyerahkan barang bukti dan pengantar barang untuk proses hukum lebih lanjut. Setelah diuji, zat tersebut dipastikan sebagai narkotika.

Keberhasilan ini tidak luput dari perhatian pimpinan. Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi. Ia menekankan bahwa ini adalah wujud integritas.

"Ini bukan sekadar keberhasilan prosedural," tegas Bagus. "Ini adalah cerminan komitmen kuat jajaran kami untuk menciptakan lingkungan Lapas yang aman."

Kejadian ini juga menjadi pengingat. Bahwa benteng penjara harus terus diperkuat. Bagus menambahkan, pihaknya akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi. Guna menyempurnakan pola pengawasan dan meningkatkan kapasitas personel di lapangan.

"Transformasi menuju Lapas Bersih Narkoba adalah tanggung jawab nyata yang terus kami perjuangkan," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini