kriminal

Pengusaha Yusnita Ungkap Alasan Dekati Kepsek, Tegaskan Tak Ada Fee dan Proyek Sekolah Diarahkan Wabup Abdul Sahid

Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:38 WIB
Pengusaha Yusnita membantah keras isu dirinya bawa nama Wabup Abdul Sahid minta fee proyek sekolah. Ia hanya melobi sebagai mitra penyedia bahan bangunan

Sulawesitoday - Isu liar yang menyebut Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid meminta fee dan mengarahkan proyek sekolah akhirnya dibantah. Bantahan itu datang dari seorang perempuan bernama Yusnita. Ia adalah pengusaha toko bahan bangunan. Namanya terseret dalam pusaran kabar tersebut.

Ia merasa terkejut. Tudingan yang beredar tidak benar. Yusnita mengaku, dirinya tidak pernah membawa nama pejabat. Tidak pernah ada perintah dari siapa pun. Apalagi sampai meminta fee proyek.

"Saya sangat menyesali isu yang beredar berkaitan itu," kata Yusnita. Ia bicara pada pers. "Tidak ada arahan dari pak Sahid pada kepala sekolah."

Perempuan itu lantas bercerita. Kisah ini dimulai dengan hubungan kekerabatan. Ia punya hubungan keluarga dengan Wakil Bupati. Kebetulan, salah satu kepala sekolah yang ia datangi juga kerabat dekat. Percakapan video call mereka, kata Yusnita, murni soal keluarga.

Ini bukan soal bisnis.

"Saat itu kita video call benar," ia menambahkan. "Tapi yang dibahas hanya masalah kekeluargaan saja."

Yusnita pun meluruskan maksud kedatangannya ke beberapa sekolah. Ia tidak melobi proyek. Ia hanya menjajaki kemungkinan. Tujuannya, menjadi mitra penyedia bahan bangunan. Ia punya toko bangunan. Namanya Toko Akil. Toko itu berdiri puluhan tahun. Jauh sebelum Sahid menjabat Wakil Bupati.

"Beberapa pihak sekolah yang dapat proyek selalu pesan bahan ke saya," ujar Yusnita. Ia mengatakan, itu sudah berjalan lama. Ia khawatir, jika tidak berkoordinasi dari awal, stok barang tidak mencukupi. Sebab, bahan bangunan harus dipesan dari Palu. Jaraknya cukup jauh. Jadi jika sudah bisa memastikan akan belanja di tokonya, proses pemesanan bisa sekali jalan. Ini agar tidak rugi di ongkos kirim.

Yusnita merasa kaget. Isu yang beredar sudah jauh dari kebenaran. Ia bahkan sudah menghadap langsung ke Wakil Bupati. Ia meminta maaf. Permintaan maaf itu disampaikan. Ia khawatir, akibat persoalan video call tersebut, menjadi masalah besar.

"Tidak ada saya bawa nama Wakil Bupati, untuk apa? Kan saya hanya penyedia bahan bangunan," urainya. "Saya hanya mengecek apakah mereka berminat untuk membeli bahan bangunan di toko saya?"

"Terus terang, saya sangat menyesal," kata dia. Ia mengakhiri cerita. "Cerita sebenarnya, ya, begitu saja."

Baca Juga: Wacana Hak Angket Menguat, Posisi Wabup Parigi Moutong di Ujung Tanduk

Tags

Terkini