Sulawesitoday - Badai di pasar modal kembali mengusik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Di hari Kamis, 21 Agustus, harga saham bank swasta terkemuka itu kembali terperosok. Penutupan perdagangan mencatat BBCA turun ke level Rp8.550 per saham. Dalam sepekan, saham itu terkoreksi tajam, sebesar 4,20 persen. Setara 375 poin.
Penurunan ini bukan sekadar fluktuasi biasa. Sebuah cerita kelam sedang ditulis. Pengamat pasar modal Fauzan Luthsa berpendapat demikian. Ia melihat ada kelemahan struktural. "Lonjakan beban pajak dan provisi mencerminkan kinerja keuangan yang lemah," ujarnya, lugas. Menurutnya, manajemen kurang sigap. Mengantisipasi risiko di tengah ketatnya likuiditas.
Sentimen negatif kini bagai awan gelap. Membayangi valuasi saham BBCA yang sesungguhnya premium. Dengan rasio Price to Book Value (PBV) 4,8x. Namun, bayangan-bayangan itu membuat harga saham sulit bernafas. Sulit untuk bertahan.
Isu-isu lama kembali menyeruak. Seperti hantu dari masa lalu. Pertama, wacana pengambilalihan 51% saham BBCA. Terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tahun 1998. Kedua, audit ulang kasus bailout. Ketiga, sorotan tajam. Terhadap penerima manfaat obligasi rekapitalisasi. Yang selama lebih dari dua dekade didanai APBN.
"Persepsi publik sudah terbentuk," kata Fauzan. "Isu-isu ini membuat investor panik." Lalu berujung pada panic selling. Hal itu berpotensi menekan IHSG. Indeks yang banyak ditopang saham big caps.
Bayangan keruntuhan semakin nyata. Dengan tren negatif yang masih berlanjut, Fauzan memperkirakan, harga saham BBCA bisa tembus di bawah Rp8.000. Jika isu fundamental tak kunjung diredam. Apalagi jika ekonomi global memasuki masa resesi. "Investor harus realistis," tegasnya. "Potensi penurunan masih besar." Ini badai yang harus dihadapi.
Baca Juga: Aksi Pencurian Motor di Parigi Moutong Berakhir, Pelaku Dibekuk dengan 7 Unit Barang Bukti
Artikel Terkait
Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta Dinilai Setara Gaji 36.000 Guru Per Tahun
Gempa Poso Memakan Korban, Kepala BNPB Soroti Bangunan Rentan
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Jaring Skandal Suap RPTKA Kemnaker Terkuak
DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Hati-hati: Jangan Tetapkan Tambang di Lahan Pertanian, Ketahanan Pangan Terancam
Aksi Pencurian Motor di Parigi Moutong Berakhir, Pelaku Dibekuk dengan 7 Unit Barang Bukti