kriminal

Diduga Keracunan MBG, 18 Pelajar di Palu Sulawesi Tengah Jalani Perawatan di RS BK

Rabu, 27 Agustus 2025 | 21:48 WIB
Diduga akibat Makanan Bergizi Gratis (MBG), 18 pelajar di Palu, Sulawesi Tengah, dilarikan ke RS BK. Simak kronologi lengkapnya di sini.

Sulawesitoday - Belasan pelajar dilarikan ke Rumah Sakit Bala Keselamatan (RS BK) Palu, Sulawesi Tengah, setelah diduga mengalami keracunan makanan. Insiden terjadi setelah mereka menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Total 18 pelajar kini berada dalam penanganan intensif, sebagian besar dengan gejala klinis mengkhawatirkan.

Dokter jaga RS BK Palu, Deriks Falseinscouw, menjelaskan bahwa korban yang masuk memiliki rekam medis dengan keluhan beragam. Gejalanya termasuk pusing, sesak nafas, nyeri dada, hingga gatal-gatal kemerahan di sekujur tubuh. Ada pula pasien yang datang dengan mual dan muntah-muntah.

Menurutnya, pihak RS memprioritaskan penanganan gawat darurat guna stabilisasi kondisi para korban. Sementara untuk pengambilan sampel guna uji laboratorium, menjadi tanggung jawab dinas teknis terkait.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang datang, pihak RS mengambil langkah taktis. Perawat yang sedang dalam masa libur mendadak dipanggil kembali. Tujuannya satu: memaksimalkan pelayanan medis dan memastikan semua korban mendapat penanganan terbaik. Meskipun dua pasien sudah diperbolehkan pulang usai observasi awal, 18 pelajar masih harus menjalani perawatan lebih lanjut.

Kronologi kejadian bermula saat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini diberikan kepada pelajar di bawah naungan Yayasan Bina Potensi Warga Indonesia. Wakil Kepala MTs Sis Al Jufri Tatura, Betsi Supit, menjelaskan program itu telah berjalan sejak Senin (25/8) hingga Rabu (27/8). Program MBG ini juga menyasar pelajar di Taman Kanak-Kanak (TK) yang berada di bawah yayasan yang sama.

Korban berjatuhan dari dua institusi pendidikan berbeda. Rinciannya, 13 orang pelajar dari MTs Sis Al-Jufri Tatura terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Sekolah itu sendiri memiliki 45 pelajar yang menerima jatah makanan. Sementara dari SMK Bina Potensi, lebih dari 100 siswanya yang mendapat makanan, dan tujuh di antaranya dirujuk untuk perawatan medis.

Program mulia untuk mencerdaskan generasi bangsa, kini telah dicemari oleh nasib yang pahit. Insiden ini meninggalkan pertanyaan besar tentang pengawasan kualitas dan standar keamanan pangan bagi anak-anak sekolah. Keracunan massal ini menjadi pengingat yang menyakitkan: bahwa niat baik tak cukup tanpa eksekusi yang sempurna.

Baca Juga: Bupati Parimo Kunci Kolaborasi, PGRI dan Guru Jadi Garda Terdepan Mutu Pendidikan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sulawesitoday.com (@sulawesitoday)

 

Tags

Terkini