• Selasa, 21 Juli 2026

Polisi Tetapkan Dwi Hartono, Pengusaha Bimbel, Sebagai Dalang Penculikan Kacab Bank Jakarta

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 12:35 WIB
Motivator Dwi Hartono ditetapkan sebagai otak penculikan Kacab Bank di Jakarta. Polisi masih mendalami motif di balik kejahatan berdarah ini.
Motivator Dwi Hartono ditetapkan sebagai otak penculikan Kacab Bank di Jakarta. Polisi masih mendalami motif di balik kejahatan berdarah ini.

Sulawesitoday - Tabir misteri kasus penculikan dan pembunuhan seorang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebua bank terkemuka akhirnya terungka. Pihak kepolisian menetapkan seorang motivator dan pengusaha sebagai otak kejahatan. Dia adalah Dwi Hartono. Sosok yang dikenal menjual mimpi dan motivasi kepada publik itu kini harus berhadapan dengan pasal pidana. Dwi Hartono diduga menjadi dalang dibalik tewasnya Muhammad Ilham Pradipta (37).

Penetapan status Dwi Hartono, atau yang dikenal dengan inisial DH, dikonfirmasi langsung oleh kepolisian. "Iya benar (dia pengusaha bimbel online)," kata Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Selasa (26/8/2025). Dia mengatakan penyidik masih terus mendalami kasus ini. Motif keji ini, katanya, masih menjadi teka-teki. Dwi Hartono ditangkap bersama tiga aktor intelektual lain. Yakni YJ, AA, dan C. Tiga tersangka pertama diringkus di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 23 Agustus 2025 malam. Sementara tersangka C dibekuk di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, keesokan harinya.

Sebelumnya, kasus ini menggemparkan warga Jakarta. Muhammad Ilham Pradipta, seorang Kacab Bank, diculik pada Rabu (20/8). Korban diculik dari parkiran sebuah pusat perbelanjaan. Lokasinya di Ciracas, Jakarta Timur. Jenazah Ilham kemudian ditemukan tewas. Jasadnya tergeletak di Kampung Karangsambung, Kabupaten Bekasi. Waktu penemuan sekitar pukul 05.30 WIB. Penemuan jenazah ini menjadi petunjuk awal. Tim forensik RS Polri Kramat Jati langsung melakukan autopsi. Hasilnya, korban tewas akibat kekerasan benda tumpul. Ia juga mengalami kekurangan oksigen.

Dalam rangkaian penyelidika kasus ini, polisi telah meringkus empat orang. Mereka adalah para pelaku lapangan. Keempatnya berinisial AT, RS, RAH, dan RW. Tiga pelaku pertama ditangkapa di Johar Baru, Jakarta Pusat. Sementara RW diringkus di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penangkapan ini menjadi titik awal. Mereka lalu mengarah ke para dalang kejahatan.

Kini, sosok pengusaha bimbingan belajar yang seharusnya menginspirasi banyak orang justru menjadi tersangka utama. Sebuah ironi yang pahit. Tim penyidik masih berupaya keras. Mereka menyingkap motif keji di balik kejahatan ini. Jaring-jaring keadilan terus bekerja. Kasus ini diharapkan segera menemukan titik terangnya.

Baca Juga: Bupati Parigi Moutong Ancam Pidana Kades Sipayo Terkait Pungutan Liar Tambang Emas Ilegal

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini