Sulawesitoday - Memasuki era disrupsi teknologi, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengambil langkah strategis. Bertempat di Auditorium Kantor Bupati, mereka menyelenggarakan seminar pendidikan bertajuk Berpikir Komputasional dan Literasi Digital. Acara ini bertujuan mendongkrak kompetensi guru. Menyiapkan para pendidik agar adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Sekitar 100 guru dan kepala sekolah mengikuti seminar ini dengan antusias. Ini menjadi upaya nyata IGI Parimo, yang melihat urgensi penerapan teknologi dalam proses belajar mengajar. Tujuannya satu: menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Vivin Elfitriyah HS, Ketua Panitia seminar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. "Seminar ini menjadi langkah strategis. Ini pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan di Parimo," kata Vivin. Acara itu mendapat dukungan penuh dari IGI Pusat dan juga perusahaan teknologi terkemuka PT Epson. Dukungan ini dianggap vital. Penting agar manfaat kegiatan bisa terasa optimal di daerah.
Ia menambahkan, seminar ini ingin menanamkan "mindset baru" bagi para pendidik. Mindset yang memungkinkan mereka mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Serta, meningkatkan motivasi guru untuk terus berinovasi. Peserta juga tidak hanya mendapatkan teori. Mereka juga akan mendapat pelatihan praktis. Mengenai penggunaan teknologi secara langsung di kelas.
Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, Vivin optimistis. Seminar tersebut akan memberi dampak besar pada dunia pendidikan lokal. "Saya yakin kita dapat mewujudkan pendidikan berkualitas," pungkasnya. Pendidikan yang mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Vivin mengajak seluruh tenaga pendidik. Menjadikan momen ini sebagai titik awal. Menciptakan pendidikan yang lebih inovatif dan adaptif. Langkah kecil yang dimulai hari ini, diyakini akan menjadi gerbang menuju masa depan pendidikan yang cerah.
Baca Juga: Kasus Lama Akuisisi BCA Mengemuka, Harga Saham BBCA Anjlok Signifikan Diterpa Isu Patgulipat
Artikel Terkait
Marak Tambang Emas Tanpa Izin Curi Kekayaan Alam Parigi Moutong, Kapolres dan Bupati Malah Bungkam!
Pidana 5 Tahun dan Denda Rp 100 Miliar, Ancaman ke Pelaku Tambang Emas Tanpa Izin Tak Main-main
Terbitkan Surat Pungli, Kades Sipayo Diduga Melegalkan Tambang Emas Ilegal Rp10 Juta Per Unit
Erwin Burase Terbitkan Larangan Baru Terhadap Tambang Ilegal di Parigi Moutong, Singgung Surat Gubernur Sulteng
Kasus Lama Akuisisi BCA Mengemuka, Harga Saham BBCA Anjlok Signifikan Diterpa Isu Patgulipat