kriminal

Obat Dasar Habis di RSUD Anuntaloko, Pasien Kelas III Terpaksa Tebus di Luar - Muhammad Basuki Minta Pemda Bertindak Cepat

Minggu, 12 Oktober 2025 | 22:23 WIB
Anggota DPRD Parimo Muhammad Basuki soroti kekosongan obat dasar di RSUD Anuntaloko. Pasien kelas III harus tebus di luar RS.

Sulawesitoday - Pelayanan kesehatan kembali dipertanyakan. Kali ini sorotan mengarah ke RSUD Anuntaloko, Parigi Moutong. Pasalnya, obat-obatan paling mendasar seperti Paracetamol sirup justru tidak tersedia. Pasien kelas III harus keluar rumah sakit. Mereka harus menebus sendiri di apotek luar.

Anggota DPRD Parimo, Muhammad Basuki, angkat bicara. Dia menerima pengaduan langsung dari masyarakat. Laporan itu cukup mengejutkan. Obat sejenis Paracetamol sirup untuk anak habis. Ambroxol sirup juga kosong. Padahal kedua obat itu tergolong sangat esensial.

"Laporan masyarakat bikin saya kaget," ujar Basuki dalam Rapat Laporan Reses DPRD, Senin 6 Oktober 2025. "Resep obat anak kayak Paracetamol sirup sama Ambroxol sirup nggak ada di Apotek Rumah Sakit." 

Basuki menegaskan, kalau obat suplemen seperti Curvit tidak ada, itu masih bisa dimaklumi. Sebab memang tidak ditanggung BPJS. Namun untuk obat sebasic Paracetamol, ini jadi pertanyaan besar.

  • Mengapa Obat Dasar Bisa Kosong di Rumah Sakit?

Basuki tidak tinggal diam. Dia langsung melakukan pengecekan ke bagian Kefarmasian RSUD Anuntaloko. Hasilnya membenarkan laporan yang masuk. Paracetamol sirup memang kosong. Ambroxol sirup juga tidak tersedia.

"Saya konfirmasi langsung ke bagian Kefarmasian," kata Basuki. "Mereka bilang iya, paracetamol sirup kosong. Ambroxol sirup juga kosong."

Kekosongan ini bukan tanpa sebab. Menurut informasi yang diterima Basuki, ada dugaan kuat soal utang. RSUD Anuntaloko diduga memiliki tunggakan pembayaran kepada distributor obat. Akibatnya, pasokan terhambat. Obat-obatan dasar pun menghilang dari rak apotek rumah sakit.

  • Dampak Langsung ke Masyarakat Kelas III

Kondisi ini paling berat dirasakan pasien kelas III. Mereka yang mengandalkan BPJS untuk pengobatan. Ketika obat tidak ada di apotek rumah sakit, mereka terpaksa keluar. Harus mencari di apotek luar dengan dana pribadi.

"Kalau sudah sampai Paracetamol tidak ada, itu parah pelayanannya," tegas Basuki. Dia menyebut, masyarakat jadi semakin sulit. Untuk bertahan di Rumah Sakit saja mereka sudah kesulitan. Apalagi harus beli obat di luar dengan harga yang bisa jadi lebih mahal.

Basuki meminta agar RSUD Anuntaloko menjadikan persoalan ini sebagai perhatian serius. Mengingat Pemerintah Daerah telah berkomitmen. Pelayanan kesehatan adalah prioritas utama pembangunan daerah.

  • Pemda Diminta Cari Solusi Segera

Anggota DPRD ini mendesak Pemerintah Daerah turun tangan. Persoalan utang kepada distributor harus diselesaikan. Jangan sampai obat-obatan dasar terus kosong. Ini menyangkut nyawa dan kesehatan masyarakat banyak.

"Salah satunya utang Rumah Sakit pada distributor obat," ungkap Basuki. "Cuma tolong lah, jangan obat-obatan yang sangat dasar ini tidak bisa disiapkan Rumah Sakit."

Dia menekankan, keluhan seperti ini tidak boleh terus berulang. Pemerintah Daerah harus menemukan formula tepat. Entah itu melalui penambahan anggaran, restrukturisasi pembayaran, atau mekanisme lain yang memastikan ketersediaan obat.

Basuki bahkan memberikan sinyal tegas. "Kalau diadvokasi begini tidak diindahkan, masyarakat bisa bilang apa gunanya anggota dewan," tutupnya.

Halaman:

Tags

Terkini