• Selasa, 21 Juli 2026

DPR Desak Audit Total Sistem Keamanan Lapas Nasional Pasca Skandal Narkoba Ammar Zoni

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 17:53 WIB
DPR soroti kasus narkoba Ammar Zoni di lapas. Desak audit keamanan nasional dan reformasi total sistem pemasyarakatan Indonesia.
DPR soroti kasus narkoba Ammar Zoni di lapas. Desak audit keamanan nasional dan reformasi total sistem pemasyarakatan Indonesia.

Sulawesitoday - Parlemen menghentakkan meja. Skandal narkoba melibatkan aktor Ammar Zoni di balik jeruji besi memicu desakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat. Kali ini bukan sekadar teguran biasa. Komisi XIII DPR RI meminta audit menyeluruh terhadap seluruh sistem keamanan lembaga pemasyarakatan di Indonesia.

Yanuar Arif Wibowo, anggota Komisi XIII dari daerah pemilihan Jawa Tengah VIII, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang mencoreng wajah sistem pemasyarakatan negara. Pernyataannya disampaikan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, dengan nada tegas dan tanpa basa-basi.

"Ini bukan kasus biasa," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut. "Yang kita lihat sekarang hanya puncak gunung es." Yanuar menggarisbawahi bahwa praktik peredaran narkoba di dalam lapas sudah menjadi rahasia umum yang mengakar. Hanya saja, publik jarang mendapat bukti sekuat kasus yang melibatkan selebriti seperti Ammar Zoni.

Kepercayaan publik tercederai. Sistem pemasyarakatan yang seharusnya menjadi tempat pembinaan justru berubah menjadi arena transaksi gelap. Ironi yang menyakitkan bagi bangsa yang mengaku menjunjung tinggi supremasi hukum.

  • Bagaimana Jaringan Narkoba Bisa Merajalela di Dalam Lapas?

Pertanyaan ini menghantui pikiran banyak orang. Lapas seharusnya jadi benteng terakhir mencegah kejahatan. Namun kenyataannya? Tembok tinggi dan kawat berduri tak mampu menghentikan sirkulasi barang haram.

Yanuar menjelaskan ada persoalan sistemik. Jaringan melibatkan narapidana memang jelas. Tapi lebih dari itu, oknum petugas dan pihak luar juga bermain. Mereka bekerja sama membentuk ekosistem gelap yang sulit ditembus. "Penegakan hukum harus tegas," tegasnya dengan suara mantap. "Jangan cuma tangkap kaki tangan. Bongkar jaringannya sampai ke akar."

Legislator asal Jawa Tengah ini menekankan tidak ada tempat untuk pengkhianat negara. Siapa pun yang memfasilitasi kejahatan dari balik tembok penjara harus dihukum maksimal. Tak peduli seberapa tinggi jabatannya. Tak peduli seberapa rapi penyamarannya.

Praktik pungli, perdagangan narkoba, dan lemahnya pengawasan internal sudah jadi penyakit kronis. Gejala yang muncul ke permukaan hanya sebagian kecil dari masalah besar yang menggerogoti sistem dari dalam. Reformasi bukan lagi pilihan. Ini kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda.

  • Apakah Teknologi Bisa Jadi Solusi Pengawasan Lapas?

Yanuar percaya iya. Menurutnya, mengandalkan pengawasan manual sudah tidak relevan di era digital. Pemerintah dan Kementerian Hukum serta HAM harus berani mengadopsi teknologi pemantauan canggih. CCTV dengan kualitas tinggi, detektor narkoba modern, hingga sistem tracking digital untuk setiap aktivitas di dalam lapas.

"Kita tidak bisa terus reaktif," kata Yanuar dengan nada menekan. "Lapas harus direformasi fundamental." Reformasi yang dimaksud mencakup tiga pilar utama: sistem, sumber daya manusia, dan tata kelola. Ketiganya harus berjalan beriringan, bukan parsial.

Audit keamanan menyeluruh menjadi langkah awal. Setiap lapas di Indonesia harus diperiksa ulang protokol keamanannya. Celah sekecil apa pun harus ditutup rapat. Teknologi pemantauan transparan dan akuntabel bukan sekadar wacana, tapi keharusan yang tak bisa ditawar.

Integritas petugas juga jadi kunci. SDM lapas harus menjalani pemeriksaan berkala. Sistem rekruitmen dan promosi perlu dirombak total. Yang bersih dan berintegritas naik pangkat. Yang korup? Pecat tanpa ampun.

  • Kasus Ammar Zoni: Alarm Keras untuk Pemasyarakatan Indonesia

Muhammad Ammar Akbar, atau yang lebih dikenal sebagai Ammar Zoni, kembali tersandung masalah hukum. Aktor yang sudah berkali-kali berurusan dengan narkoba kini diduga terlibat peredaran barang haram saat mendekam di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat.

Kasus ini bukan debut Ammar. Daftar pelanggaran hukumnya sudah panjang. Namun yang membuat publik geram kali ini adalah lokasi kejadiannya. Bagaimana mungkin transaksi narkoba masih bisa terjadi di tempat yang seharusnya dijaga ketat?

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini