• Selasa, 21 Juli 2026

Calon Praja IPDN Tewas Usai Apel, Keluarga Tolak Autopsi Meski Publik Curiga

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:57 WIB
Calon praja IPDN Maulana meninggal saat apel. Keluarga tolak autopsi. Publik curiga ada kekerasan. Istana minta evaluasi sistem.
Calon praja IPDN Maulana meninggal saat apel. Keluarga tolak autopsi. Publik curiga ada kekerasan. Istana minta evaluasi sistem.

Sulawesitoday - Kampus IPDN Jatinangor kembali berduka. Kamis malam, 9 Oktober 2025, seorang calon praja meninggal. Maulana Izzat Nurhadi, pemuda asal Maluku Utara, ambruk saat apel malam. 

Kabar kematian itu menyebar cepat. Media sosial dipenuhi spekulasi. Banyak yang curiga ada kekerasan. Namun pihak kampus membantahnya tegas. Keluarga korban bahkan menolak autopsi.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa keluarga menolak pemeriksaan lanjutan? Berikut kronologi lengkapnya.

  • Bagaimana Kronologi Kejadian Malam Itu?

Arief M. Edie, Wakil Rektor II IPDN, menjelaskan detil kejadian. Maulana pingsan saat apel malam berlangsung. Lokasi kejadian di Lapangan Kampus IPDN Jatinangor.

"Jatuh pingsan kemarin malam. Saat apel malam berlangsung," ujar Arief kepada wartawan. Pernyataannya disampaikan Jumat, 10 Oktober 2025, di Sumedang.

Selepas apel, Maulana mengeluh lemas. Ia dibawa ke Kamar Sakit Asrama. Pemeriksaan awal dilakukan segera. Tekanan darahnya normal. Kondisi vital juga stabil.

Namun keadaan berubah mendadak. Maulana dirujuk ke RS Unpad. Pukul 23.00 WIB dokter memvonis kematian. Diagnosis resmi: henti jantung.

Kejadian ini menimpa Maulana tengah mengikuti Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama. Program itu menjadi tahap awal pembentukan mental calon aparatur. Kini program itu menjadi sorotan tajam.

  • Apa Penyebab Kematian Sebenarnya?

Dokter menyebut henti jantung. Bukan kekerasan fisik. Arief menegaskan hal itu berkali-kali.

"Penyebabnya henti detak jantung. Dokter yang mengatakan," tegas Arief.

Yang mengejutkan, Maulana tidak punya riwayat jantung. Ia lolos seleksi kesehatan ketat. Semua pemeriksaan menunjukkan kondisi sehat.

"Tidak ada riwayat jantung. Dia sudah seleksi. Sehat semuanya," sambung Arief.

Jenazah Maulana kemudian dibawa ke RSHS Bandung. Proses pemulasaraan dilakukan di sana. Setelah itu, jenazah diterbangkan ke Maluku Utara.

Pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada luka. Tidak ada tanda kekerasan apapun. "Tidak ada luka-luka sama sekali. Di dalam tubuh korban juga bersih," kata Arief memastikan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini