Bukti-bukti yang kuat, seperti rekaman suara dan percakapan via chat, bisa menjadi elemen penting dalam menjerat pelaku secara hukum. Namun, penanganan kasus kekerasan dalam keluarga membutuhkan ketelitian ekstra, mengingat keterlibatan hubungan darah antara pelaku dan korban sering kali mempersulit proses hukum.
Pada akhirnya, keputusan berada di tangan aparat penegak hukum dan seberapa kuat bukti yang bisa diajukan ke pengadilan.