Sulawesitoday - Dugaan skandal hubungan terlarang yang melibatkan oknum pejabat di Kabupaten Parigi Moutong menjadi isu hangat yang diperbincangkan di lingkungan pemerintahan setempat. Sosok yang disebut-sebut adalah MY, seorang pejabat eselon II, yang diduga terlibat dalam hubungan gelap dengan dua wanita sekaligus: VI, Sekretaris Badan di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta S, seorang kontraktor yang kerap mendapatkan proyek dari pemerintah daerah.
Kabar ini santer terdengar, tak hanya di kalangan staf dan pegawai pemerintah, tetapi juga mulai menjadi sorotan publik. “Sudah tidak malu-malu mempertontonkan kedekatan mereka,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya. Bawahan MY kabarnya merasa risih dengan perilaku sang pejabat, yang dinilai tidak menjaga norma profesionalitas di lingkungan kerjanya.
Baca Juga: Gempa M4,9 di Laut Banda: Tidak Berpotensi Tsunami, Warga Dihimbau Tetap Waspada
Kasus ini menjadi semakin kontroversial ketika diketahui bahwa MY melakukan perjalanan dinas ke Bali dengan VI dan dua stafnya. Keterangan lebih lanjut dari sumber lain mengungkapkan bahwa MY memesan kamar hotel yang memiliki connecting room, yang kemudian memicu spekulasi lebih lanjut. Sang kontraktor S, yang dikabarkan cemburu, konon menyusul MY ke Bali setelah mendengar keberadaan mereka.
Ketika dikonfirmasi, MY tidak menampik perjalanan dinas tersebut, namun menegaskan bahwa perjalanan itu dilakukan dalam rangka pekerjaan resmi. “Benar, saya pernah ada perjalanan dinas ke Bali, tapi berangkat tidak hanya dengan ibu Sekretaris, ada juga staf dan Kasubag keuangan,” ujarnya. MY juga membenarkan soal kamar dengan connecting room, namun ia menyatakan kamar tersebut untuk staf dan Kasubag.
Baca Juga: Tim SAR Berpacu dengan Waktu Cari Remaja Tersesat di Gunung Salungkaenu Donggala
VI, Sekretaris Badan yang turut dalam perjalanan dinas itu, juga membantah adanya hubungan pribadi dengan MY. “Saya berangkat berempat waktu itu, hanya untuk urusan pekerjaan. Tidak pernah ada hubungan apa-apa dengan Pak Kaban, murni tugas kantor,” katanya.
Sementara itu, S, kontraktor yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan MY, juga memberikan bantahan keras. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan MY sebatas profesionalitas kerja. Mengenai perjalanan ke Bali, S menjelaskan bahwa ia memang pernah ke sana, tetapi bukan untuk bertemu MY, melainkan setelah melaksanakan ibadah Umroh.
Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon: 12 Paramedis dan Relawan Tewas, Dunia Serukan Penghentian Kekerasan
Meski semua pihak yang terlibat memberikan klarifikasi dan bantahan, namun isu ini sudah terlanjur menciptakan kegaduhan di lingkungan Pemkab Parigi Moutong. Isu semacam ini jelas bisa merusak citra birokrasi dan kepercayaan publik terhadap para pejabat daerah. Publik kini menanti apakah akan ada langkah lebih lanjut dari pihak terkait, seperti investigasi internal, untuk memastikan transparansi dan keadilan di tubuh pemerintahan setempat.
Kontroversi ini seharusnya menjadi pengingat bagi pejabat publik tentang pentingnya menjaga profesionalitas dan etika dalam bekerja. Ketika rumor dan dugaan muncul, terlepas dari benar atau tidaknya, kehati-hatian dalam berperilaku dapat menjaga reputasi pribadi dan lembaga. (Tim Redaksi)