• Selasa, 21 Juli 2026

Terjerat Kasus Judol, Budi Arie Akui Rekrut Fallen Atas Rekomendasi Sosok Misterius

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Minggu, 10 November 2024 | 21:35 WIB
Budi Arie Setiadi akui perekrutan AK di Komdigi dari rekomendasi T. Kasus ini ungkap dugaan kolusi dan celah besar pengawasan di institusi negara. #KasusJudol #Komdigi #KorupsiOnline #BudiArie #Pengaw (Amirulah)
Budi Arie Setiadi akui perekrutan AK di Komdigi dari rekomendasi T. Kasus ini ungkap dugaan kolusi dan celah besar pengawasan di institusi negara. #KasusJudol #Komdigi #KorupsiOnline #BudiArie #Pengaw (Amirulah)

Sulawesitoday - Kasus judi online yang menyeret belasan pegawai di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memunculkan teka-teki baru, terutama terkait nama-nama besar yang ikut disebut. Mantan Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, akhirnya angkat bicara soal keterlibatan dirinya dalam rekrutmen sosok Adhi Kismanto (AK), tenaga ahli yang belakangan diduga malah terlibat melindungi situs-situs judi online.

“(Saya) justru menjadi korban pengkhianatan yang dilakukan [oknum] pegawai Komdigi,” ungkapnya dalam wawancara di Jakarta pada Minggu (10/11/2024).

Baca Juga: Dari Ojol ke Istana, Kisah Inspiratif Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang Tak Terduga

Budi tidak menampik bahwa dirinya merekrut AK, yang dikenal dengan inisial "Fallen," atas rekomendasi sosok berinisial "T". Sosok ini diduga kuat adalah Zulkarnaen Apriliantony, atau akrab dipanggil Tony Tomang, mantan Komisaris BUMN PT HIN yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh di belakang layar. Kombes Wira Satya Triputra dari Polda Metro Jaya telah mengonfirmasi bahwa Tony memang sudah ditangkap pada awal November lalu. Pengakuan ini menjadi sinyal penting, menegaskan keterkaitan jaringan dalam kasus ini.

Perekrutan AK bermula pada Juli 2023 ketika Kominfo tengah kekurangan sumber daya untuk memerangi judi online. “Muncul AK melalui T sebagai salah satu tenaga muda anti-judol,” cerita Budi. AK memang sempat dianggap sebagai ahli teknologi informasi yang mampu menangani ribuan situs judi per harinya, dengan kemampuan men-takedown 50.000 hingga 100.000 situs dalam waktu singkat. Sayangnya, meski awalnya bersemangat, AK diduga akhirnya "bermain" dalam lingkaran yang justru melindungi ribuan situs judi online.

Baca Juga: Rekening Berisi Rp 2,8 M Disita, Dua Tersangka Kasus Mafia Judol Dijerat Hukum

AK, yang hanya lulusan SMK, pada awalnya diragukan kompetensinya, tetapi Budi tetap mempercayakannya dengan tugas besar. “Dalam dunia IT, ijazah terkadang bukan yang utama,” Budi beralasan. Namun, keputusan ini akhirnya menjadi bumerang ketika AK dan T kedapatan bekerja di kantor satelit Bekasi, konon malah melindungi situs-situs yang awalnya dimaksudkan untuk diberantas.

Belakangan terungkap bahwa T dan AK, yang seharusnya berada di bawah pengawasan Direktorat Pengendalian, justru bekerja secara otonom dan tanpa sepengetahuan Direktur maupun Menteri. Pengawasan yang seharusnya dijalankan ternyata meleset, dan nama Budi ikut tercemar seiring dugaan kuat adanya kolusi di balik misi pemberantasan judol yang justru berbalik arah.

Baca Juga: Ancaman Abu Vulkanik: 5 Bandara di NTT Ditutup, Penerbangan Lumpuh

Nama Tony Tomang juga semakin menjadi sorotan. Sosoknya disebut oleh akun X @PartaiSocmed sebagai orang yang mengenalkan AK langsung ke Budi, membuka jalan bagi keterlibatan AK dalam Komdigi. Berkat keahliannya di bidang IT, AK dipercaya mengelola perangkat crawling yang digunakan untuk memantau situs-situs judi online, sesuai instruksi awal Tony.

Sayangnya, langkah ini malah menciptakan celah, di mana data hasil crawling tersebut dimanfaatkan oleh Tony untuk mengontrol situs-situs judi online. “Perintah untuk menumpas judol tidak dilaksanakan, malah mereka bersekongkol dengan bandar judol,” ungkap Budi kecewa.

Baca Juga: Tragis! Wanita Muda ini Meninggal Setelah 6 Operasi dalam 8 Jam, Alami Infeksi dan Gagal Jantung

Kasus ini menyiratkan betapa kompleksnya jaringan dan lemahnya pengawasan yang masih terjadi di institusi negara. Budi berharap agar publik memahami bahwa dirinya tak sepenuhnya menyadari arah operasi AK dan Tony, yang bekerja di luar kendali yang ia tentukan.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini