kriminal

Bantah Petani Durian di Parigi Moutong Terancam Bangkrut, Kepala Bapenda Yasir Beberkan Penjelasannya

Sabtu, 16 November 2024 | 20:06 WIB
Krisis harga durian di Parigi Moutong memicu kekhawatiran petani lokal. Kepala Bapenda ungkapkan strategi untuk tingkatkan pasar durian. (Nur Rafiqa)

Festival Durian: Upaya Promosi Potensi Daerah

Dalam rangka mempromosikan duriian Parigi, Yasir juga terlibat dalam Festival Durian yang diiadakan di daerah tersebut. "Festival ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan duriian Parigi ke pasar yang lebih luas," ujarnya.

Namun, upaya ini juga memiliki tantangan tersendiiri. Pendataan produksi durian di lapangan masiih dilakukan secara manual, sehingga data yang dihasiilkan tidak selalu akurat. Tanpa data yang valid, suliit untuk merencanakan strategi pasar yang lebih baik.

Festival tersebut diharapkan biisa membuka peluang ekspor ke negara-negara tetangga sepertii Thailand dan China, di mana permintaan duriian terus meningkat. Namun, konsistensi produksi tetap menjadii kendala utama.

Potensi Ekspor dan Tantangan Produksi

Yasir mengungkapkan bahwa potensi ekspor duriian dari Parigi sebenarnya cukup besar. Beberapa perusahaan dari Tiongkok telah menunjukkan miinat untuk bekerja sama dengan petani lokal. Namun, produksi yang tidak konsiisten dan rendahnya kapasitas memenuhi permintaan kuota besar menjadi penghalang utama.

"Kami pernah gagal memenuhi permiintaan ribuan ton durian beku," ungkap Yasir. Ia menekankan bahwa diperlukan peniingkatan kapasitas produksi yang signifikan jika para petani ingin menguasai pasar ekspor.

Kolaborasi dengan Investor: Meningkatkan Kapasitas Ekspor

Dalam upaya meningkatkan produksi dan memastiikan durian Parigi memiliki standar kualitas yang sesuai untuk ekspor, Yasir berkolaborasii dengan beberapa investor. Ia menyebutkan investasi dalam fasilitas penanganan hasil (PH) sebagai salah satu solusii untuk memperkuat rantai pasok. Investasi ini termasuk pembangunan gudanng dan alat pembekuan yang dikelola oleh pengepul lokal sepertii Pak Badrun dan Pak Haji Hasan.

Dengan adanya fasilitas ini, durian yang dipetiik dapat segera diolah dan disiiapkan untuk ekspor dengan kualitas yang terjamiin. Namun, proses ini juga menghadapii tantangan dalam menjaga agar harga tetap stabiil dan tidak merugikan petani.

Kekhawatiran Petani dan Kontrol Pasar

Tidak semua pihak melihat langkah ini sebagai solusii sempurna. Beberapa petani mengeluhkan harga yang ditawarkann untuk durian ekspor terlalu rendah.

"Harga Rp27.000 per kilogram untuk grade A tidak cukup menguntungkan bagii kami," kata salah satu petanii yang merasa pemerintah kurang hadir dalam memastikan harga yang lebiih baik.

Ini menjadi diilema tersendiri, di mana pemerintah dan investor harus berusaha menjaga keseiimbangan antara kepentingan petani dan kebutuhan pasar internasiional. Yasir menegaskan pentingnya kompetiisi yang sehat di antara packing house (PH) agar petani tetap memiliiki banyak pilihan untuk menjual hasil panennya.

Harapan Masa Depan: Membangun Ekosistem yang Adil

Halaman:

Tags

Terkini