kriminal

Tembak Mati Rekan Kerja, AKP Dadang Iskandar Terancam Hukuman Berat

Sabtu, 23 November 2024 | 15:53 WIB
Tragedi di Polres Solok Selatan: Penembakan antarperwira Polri yang menyisakan duka dan pertanyaan tentang motif serta reformasi di institusi kepolisian. (Amirulah)

Reaksi Publik dan Institusi

Tragedi ini menuai perhatian luas, baik dari masyarakat maupun internal kepolisian. Banyak yang mempertanyakan bagaimana seorang perwira polisi bisa melakukan tindakan seperti ini terhadap rekannya sendiri. Di media sosial, tagar seperti #JusticeForUlil dan #ReformasiPolri kembali menggema, menuntut transparansi dan keadilan.

Sementara itu, institusi kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. “Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Proses hukum terhadap tersangka AKP Dadang akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Irjen Pol Suharyono.

Baca Juga: Serangan Kampanye Hitam Makin Masif! Warga Tak Lagi Diam, Desak Paslon 01 BERAMAL Lapor Hukum

Dampak Luas dan Harapan Perubahan

Insiden ini membuka kembali diskusi tentang tekanan kerja di lingkungan kepolisian. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan internal di tubuh kepolisian menunjukkan perlunya pembenahan besar-besaran, baik dari sisi manajemen stres, supervisi, maupun pengawasan etika profesional.

Namun, tragedi ini juga menjadi pengingat penting bahwa reformasi dalam institusi bukan hanya soal struktur, tetapi juga tentang membangun budaya saling mendukung di antara aparat.

Halaman:

Tags

Terkini