kriminal

Jejak Annar Sampetoding, Dari Pencetus hingga Pemodal Sindikat Uang Palsu

Senin, 30 Desember 2024 | 18:56 WIB
Polisi mengungkap sindikat uang palsu di UIN Makassar, dengan Annar Salahuddin sebagai otak utama. Investigasi terus berkembang.

Sulawesitoday - Polisi baru-baru ini mengungkap peran besar Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) dalam jaringan produksi uang palsu yang mengejutkan Sulawesi Selatan. Annar diduga sebagai otak dari sindikat ini, yang menjalankan operasinya di lingkungan Kampus UIN Alauddin Makassar. Ia bukan hanya pencetus ide, tetapi juga pemberi modal utama dalam produksi uang palsu tersebut.

Menurut Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Dedi Supriyadi, Annar tidak hanya memberikan ide awal, tetapi juga membeli mesin produksi dan memerintahkan langkah-langkah dalam operasional sindikat ini. "Perannya cukup sentral. Ia pemberi ide, modal, bahkan terlibat langsung dalam pengadaan peralatan produksi," ungkap Dedi dalam konferensi pers pada Senin (30/12/2024).

Namun, detail lebih lanjut tentang keterlibatan Annar masih menjadi bagian dari rahasia penyidikan. Kombes Dedi menjelaskan bahwa informasi tersebut akan diungkap lebih jauh saat persidangan berlangsung. “Kami perlu menjaga beberapa data agar tidak mengganggu jalannya proses hukum,” tambahnya.

Baca lebih lanjut tentang uang palsu beredar di Mamuju Tengah dan dampaknya pada pedagang.

Alur perkara dan peran masing-masing tersangka dalam kasus ini sudah terpetakan. Annar sendiri merupakan tersangka ke-18 yang ditetapkan dalam penyelidikan ini. Sebelumnya, ia sempat mangkir dari panggilan polisi, tetapi akhirnya hadir dan ditetapkan sebagai tersangka. Proses ini memperlihatkan bagaimana polisi terus memperkuat bukti-bukti dalam kasus ini.

Namun, ada kendala dalam proses penahanan Annar. Ia harus dibantarkan ke RS Bhayangkara karena kondisi kesehatannya yang menurun. Kombes Dedi menjelaskan bahwa keputusan ini sesuai mekanisme yang berlaku, dengan melibatkan pemeriksaan dokter polisi dan dokter umum. “Kesehatannya drop, jadi penahanan harus ditunda sampai kondisinya stabil,” ujarnya.

Kapolres Gowa AKBP Reonald Truly menambahkan bahwa Annar memiliki riwayat penyakit jantung dan prostat yang memerlukan perawatan medis intensif. "Kami terus memantau kesehatannya, dan penahanan akan dilanjutkan sesuai kondisi yang memungkinkan," jelasnya.

Baca juga investigasi terkait kepala perpustakaan UIN Alauddin sebagai dalang sindikat yang menyeret 17 tersangka lainnya.

Kasus ini masih dalam proses pengembangan. Polisi berkomitmen untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dan memastikan keadilan ditegakkan. Dengan kasus yang melibatkan produksi uang palsu di institusi pendidikan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan.

Simak juga fakta baru terkait mobil dinas yang diserahkan untuk polisi dalam upaya pengungkapan kasus ini.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...

Tags

Terkini