Sulawesitoday - Aksi kriminal kembali mengguncang Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Kali ini, Nur Afni, seorang karyawan BRILink, menjadi korban penganiayaan berat hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa ini mengungkap sisi kelam kejahatan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Polisi bertindak cepat. Polsek Bahodopi bersama Tim Resmob Polres Morowali berhasil menangkap dua pelaku utama, FK (31) dan AD, di lokasi kejadian. Menurut Kapolsek Bahodopi Ipda Muhammad Iqbal, penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Bahodopi, Bripka Azhary Rahman.
"FK ditangkap di sebuah kios di Desa Labota. Ia mengaku melakukan penganiayaan tersebut bersama empat rekannya," jelasnya dalam rilis resmi.
Korban mengalami luka serius pada dagu, pipi, dan leher akibat serangan senjata tajam jenis badik. Peristiwa ini bermula saat FK masuk ke tempat kerja korban dengan tujuan merampok. Teriakan Nur Afni memancing amarah pelaku, yang kemudian melukainya sebelum melarikan diri.
Baca Juga: Perdebatan Bayam Jadi Horor, Pelaku Penganiayaan dengan Parang di Bahodopi Morowali Ditangkap Polisi
Pelaku FK diketahui bukan orang baru dalam dunia kriminal. Ia merupakan residivis asal Makassar yang kerap melakukan tindak pidana di wilayah Bahodopi. Bersama rekannya, AD, FK kini ditahan di Polres Morowali, sementara tiga pelaku lain, AT, IR, dan AP, masih dalam pengejaran polisi. Ketiganya diduga berperan sebagai penjaga di luar saat aksi berlangsung.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Banyak yang mempertanyakan, bagaimana wilayah ini bisa terus menjadi sasaran empuk kejahatan? Apakah perlu ada peningkatan pengamanan di desa-desa seperti Labota?
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Pemerintah dan warga perlu bekerja sama menciptakan sistem keamanan kolektif, seperti patroli malam atau pengadaan CCTV di lokasi-lokasi strategis.
Kapolsek Ipda Muhammad Iqbal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku ditangkap.
"Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini demi memberikan rasa aman kepada masyarakat," tuturnya. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi angka kriminalitas di Bahodopi dan sekitarnya.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...