• Kamis, 4 Juni 2026

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Tanah Bergeser, Asrama SMK di Mamasa Nyaris Ambruk

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 30 Desember 2024 | 18:34 WIB
Fenomena tanah bergerak akibat curah hujan tinggi menyebabkan asrama SMK di Sulbar rusak parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa.
Fenomena tanah bergerak akibat curah hujan tinggi menyebabkan asrama SMK di Sulbar rusak parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Sulawesitoday - Gedung asrama SMK Negeri 1 Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengalami kerusakan parah. Fenomena tanah bergerak, yang dipicu hujan deras selama empat hari tanpa henti, menjadi penyebab utama keretakan struktur bangunan.

Lantai gedung, baik di luar maupun di dalam, terlihat retak dan terangkat. Dindingnya kini miring dengan retakan yang mencolok. Bahkan, plafon sudah banyak yang jatuh, membuat ruangan di dalam asrama tidak layak dihuni. Kondisi ini diperburuk oleh tanah halaman yang ambles hingga 30 sentimeter.

“Akibat tanah bergerak. Gegara hujan selama 4 hari 3 malam tidak pernah berhenti sehingga begini keadaan (rusak parah),” ujar Suparman, salah satu guru di sekolah tersebut, saat diwawancarai.

Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Jumat, 20 Desember, sekitar pukul 14.00 WITA. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena asrama sedang kosong. Para siswi sudah diliburkan sebelumnya, menghindarkan mereka dari risiko yang lebih besar.

Baca Juga: Pelanggaran Netralitas ASN, Dua Kades Mamasa Dijatuhi Sanksi Penjara dan Denda

Namun, Suparman menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kondisi ini. Gedung asrama yang awalnya dirancang sebagai kantor ini telah menjadi tempat tinggal vital bagi siswi yang datang dari daerah jauh seperti Tana Toraja.

Fenomena tanah bergerak akibat curah hujan tinggi menyebabkan asrama SMK di Sulbar rusak parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

“Ini yang kami harus pikirkan bagaimana untuk anak-anak asrama, kasihan karena kebanyakan dari jauh. Semoga cepat mendapat perhatian,” tambahnya.

Tanah bergerak memang menjadi ancaman serius di kawasan ini. Intensitas curah hujan tinggi dan struktur tanah yang labil menjadi kombinasi mematikan. Meski kerusakan sudah jelas terlihat, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak terkait.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa semakin memburuk. Perbaikan atau relokasi menjadi langkah mendesak untuk memastikan keselamatan para siswa. Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko bencana di area rawan seperti Kabupaten Mamasa.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini