Sulawesitoday - AW, seorang pria berusia 41 tahun asal Desa Labean, Donggala, Sulawesi Tengah, dikenal sebagai spesialis pencurian motor lintas daerah. Dalam kurun waktu satu setengah tahun, ia berhasil mencuri 18 unit sepeda motor. Aksinya yang terbilang nekat ini berlangsung sejak Juni 2023 hingga Desember 2024.
Kasat Reskrim Polres Donggala, Iptu Andi, mengungkapkan bahwa pelaku melakukan aksi terakhirnya pada 17 Desember 2024. Motor tersebut dicuri di Desa Sibualong, Kecamatan Balaesang, sebelum akhirnya AW ditangkap di rumahnya sendiri. “Motif pelaku adalah untuk membeli narkoba jenis sabu dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Iptu Andi.
Jejak Kejahatan yang Terorganisir
AW tidak hanya mencuri di Kabupaten Donggala, tetapi juga memperluas operasinya hingga Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong. Motor-motor hasil curian dijual di wilayah-wilayah tersebut, menunjukkan bahwa ia cukup lihai dalam menyamarkan jejak. Modusnya yang rapi membuat ia sulit terdeteksi hingga akhir tahun ini.
Menurut data kepolisian, setiap unit motor dijual dengan harga di bawah pasaran untuk mempercepat proses transaksi. Hasil penjualan sebagian besar digunakan untuk membeli narkotika, sementara sisanya untuk kebutuhan hidupnya yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
Baca Juga: Kasus Korupsi TTG Donggala: Dua Terdakwa Dituntut Penjara, Kerugian Negara Capai Rp 1,8 Miliar
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kasus Ini?
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keamanan lingkungan. Pastikan kendaraan Anda terkunci dengan baik dan gunakan kunci tambahan jika memungkinkan. Selain itu, penting juga untuk lebih mengenali tanda-tanda peredaran motor curian yang sering dijual dengan harga sangat murah.
Bagi aparat penegak hukum, kasus ini menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan pengawasan, terutama di daerah-daerah rawan. Upaya patroli dan penyuluhan kepada masyarakat dapat membantu menekan angka kriminalitas semacam ini.
Pencegahan yang Dapat Dilakukan
Jika Anda tinggal di daerah rawan seperti Donggala, pastikan untuk selalu memarkir kendaraan di tempat aman. CCTV dan komunitas keamanan lokal juga bisa menjadi solusi efektif untuk memantau aktivitas mencurigakan. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk berperan aktif melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwajib.
Aksi seperti yang dilakukan AW juga menjadi bukti bahwa masalah sosial, seperti pengangguran dan penyalahgunaan narkoba, masih memegang peran besar dalam memicu tindak kriminal. Dengan adanya program pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi narkoba, diharapkan angka kejahatan semacam ini dapat menurun.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...