Sulawesitoday - Penangkapan besar kembali terjadi di Makassar. Polrestabes Makassar mengungkap jaringan narkoba besar yang beroperasi di Sulawesi Selatan. Tiga pria yang diduga kuat menjadi bagian dari sindikat ini berhasil diamankan, beserta barang bukti sabu seberat 3,3 kilogram.
Kapolrestabes Makassar Brigjen Mokhamad Ngajib menjelaskan, pengungkapan ini melibatkan kerja keras tim Satuan Reserse Narkoba.
"Kami mengamankan tiga tersangka dengan barang bukti 3,32 kilogram sabu," ungkapnya. Ketiga pelaku yang diamankan berinisial NS, AB, dan NR. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni Makassar dan Parepare.
Pengembangan kasus menunjukkan bahwa sindikat ini kemungkinan terhubung dengan jaringan nasional, bahkan mungkin internasional.
Brigjen Ngajib menambahkan, "Hasil sementara mengarah pada jaringan nasional, tetapi tidak menutup kemungkinan ada kaitan dengan jaringan internasional." Pernyataan ini menekankan bahwa operasi pengedaran sabu di Sulsel bisa jadi bagian dari lingkaran yang lebih besar.
Baca Juga: Geng Motor Mengganas, Warkop di Makassar Jadi Sasaran Serangan Busur Panah
Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda. NS dan AB ditangkap lebih dahulu di Makassar, sementara NR diamankan belakangan di Parepare. Ketiganya diduga bertugas sebagai kurir sekaligus bandar. Hingga saat ini, polisi masih memburu dua tersangka lain yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial AN dan DN.
"Kami sedang mengembangkan informasi untuk menangkap dua buron ini," tambah Kapolrestabes.
Kasus ini menyoroti kompleksitas jaringan narkoba yang terus berkembang. Para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Mereka terancam hukuman penjara minimal enam tahun hingga maksimal 20 tahun.
Langkah tegas Polrestabes Makassar ini patut diapresiasi. Namun, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap bahaya narkoba. Kerja sama antara aparat, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.