Tantangan Pengelolaan dan Keberlanjutan
Pengelolaan profesional dan transparan. Kata-kata itu mudah diucapkan. Tapi pelaksanaannya? Butuh komitmen serius dari semua pihak. Pemda, pelaku usaha, hingga masyarakat sendiri.
Transparansi artinya laporan keuangan terbuka. Mekanisme pengelolaan yang jelas. Tidak ada praktik KKN. Tidak ada "permainan" di belakang layar. Apakah Parigi Moutong siap dengan tata kelola semacam itu? Waktu yang akan menjawab.
Bupati Erwin Burase mengapresiasi dukungan Kementerian Koperasi dan Kementerian UKM. "Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih khususnya pada Kementerian Koperasi dan Kementerian UKM atas perhatian, dukungan dan sinergi untuk Parigi Moutong," tutupnya.
Dukungan pemerintah pusat memang penting. Tapi keberlanjutan pasar ini akan sangat bergantung pada komitmen lokal. Jika setelah peresmian ini tidak ada tindak lanjut serius, Pasar Tematik Agro bisa jadi sekadar monumen. Bangunan megah yang kosong melompong. Atau lebih parah lagi—benar-benar jadi kandang kambing seperti yang dikhawatirkan Wamen Farida.
Artikel Terkait
90 Peserta Berebut Lahan, Kampung Haji Indonesia Segera Terwujud di Makkah
178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas Sejauh 4,5 Km
Pemda Parigi Moutong Sediakan Tenda UMKM Jelang Pembukaan FTT 2025, Tapi Kok Banyak Teriak Kecewa?
Pemda Parigi Moutong Buka Lapangan Kerja Keluar Negeri Lewat Kemah Pemuda 2025
Kejati Sulteng Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Parimo, Kerugian Negara Tembus Rp3,8 Miliar