• Selasa, 21 Juli 2026

Ekskavator Tambang Rusak Jalan Moutong, Wakil Rakyat Desak Pemda Bertindak

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 28 Januari 2026 | 11:52 WIB
Anggota DPRD Parimo Arifin DG Palalo desak Pemda segera perbaiki jalan 2,5 km di Moutong Utara yang hancur akibat ekskavator tambang ilegal hingga warga harus swadaya timbun pasir.
Anggota DPRD Parimo Arifin DG Palalo desak Pemda segera perbaiki jalan 2,5 km di Moutong Utara yang hancur akibat ekskavator tambang ilegal hingga warga harus swadaya timbun pasir.

Sulawesitoday - Hancur. Itulah kata yang pas untuk menggambarkan jalan di Moutong Utara saat ini. Panjangnya tidak seberapa, hanya sekitar 2,5 kilometer. Tapi dampaknya luar biasa bagi warga.

Kalau musim kemarau, debunya minta ampun. Begitu tebalnya sampai masuk ke dapur-dapur rumah warga. Bayangkan, lagi masak, bumbunya campur debu jalanan. Sesak napas pun jadi ancaman nyata.

Tapi kalau hujan datang? Lain lagi ceritanya. Jalan itu berubah jadi kubangan lumpur. Becek. Warga harus berjibaku melewati air yang tergenang.

Siapa biang keroknya?

Arifin DG Palalo sudah mengantongi jawabannya. Anggota DPRD Parigi Moutong ini baru saja turun ke lapangan. Reses di Dapil IV. Dia menerima keluhan yang sama berulang-ulang: ini gara-gara ekskavator.

Alat berat itu diduga milik penambang ilegal. Mereka seenaknya lewat jalan desa. Bukan cuma buat kerja di tambang, tapi juga mondar-mandir kalau alatnya rusak dan perlu diperbaiki. Jalan desa yang kelasnya bukan untuk alat berat tentu saja menjerit. Remuk.

Arifin pun meradang. Dia ingat betul, dulu tidak begini.

Dulu, di masa Bupati Samsurizal Tombolotutu dan Kepala Dinas PUPRP Azis Tombolotutu, urusan jalan rusak itu simpel. Lapor hari ini, minggu depan aspal sudah datang. Cepat. Tidak pakai lama.

Sekarang? Keluhan warga seperti masuk ke ruang hampa. Sudah berkali-kali disampaikan, tapi tindak lanjutnya belum kelihatan.

Anggota DPRD Parimo Arifin DG Palalo desak Pemda segera perbaiki jalan 2,5 km di Moutong Utara yang hancur akibat ekskavator tambang ilegal hingga warga harus swadaya timbun pasir.

Maka, warga pun ambil inisiatif sendiri. Mereka patungan. Beli pasir. Menimbun sendiri jalan yang berlubang itu secara swadaya. Sungguh ironis. Di saat pemerintah daerah punya anggaran, rakyatnya harus "tambal sulam" jalan pakai uang sendiri.

Bukan hanya jalan, sungai di Desa Moutong Utara dan Moutong Tengah pun ikut kena getahnya. Airnya sudah keruh. Arifin pun meminta Pemda segera melakukan normalisasi sungai sebelum lingkungan makin hancur.

Pesan Arifin kepada Pemda Parimo cuma satu: tolong segera anggarkan. Tapi ingat, kualitasnya harus dijaga. Jangan cuma pengaspalan kasar atau sekadar formalitas yang umurnya hanya seumur jagung.

Rakyat sudah cukup kenyang dengan debu dan lumpur. Kini saatnya mereka melihat aksi nyata, bukan sekadar janji di atas kertas. (Rafii)

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini