• Selasa, 21 Juli 2026

Parigi Moutong Dorong Pertanian Organik Jadi Produk Unggulan! Kembangkan Jaringan Pemasaran untuk Dukung Keberlanjutan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 23:24 WIB
Parigi Moutong dorong pertanian organik jadi unggulan. Jaringan pemasaran dan kepercayaan konsumen kunci keberhasilan. #ParigiMoutong #PertanianOrganik #ProdukUnggulan #PemasaranOrganik #PertanianBerl (Dwi Rahayu Putri)
Parigi Moutong dorong pertanian organik jadi unggulan. Jaringan pemasaran dan kepercayaan konsumen kunci keberhasilan. #ParigiMoutong #PertanianOrganik #ProdukUnggulan #PemasaranOrganik #PertanianBerl (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Kabupaten Parigi Moutong mengambil langkah besar dengan memfokuskan diri pada pengembangan pertanian organik. Hal ini terlihat dari kegiatan sosialisasi yang dibuka secara resmi oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Daerah, Mawardin, pada Selasa (22/10/2024). Dalam acara yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, pemerintah menekankan pentingnya mengintegrasikan teknik budidaya alami ke dalam sektor pertanian lokal.

Mengandalkan bahan alami dan tanpa menggunakan zat kimia sintetis, pertanian organik di Parigi Moutong bertujuan untuk menyediakan produk pangan yang lebih sehat bagi produsen dan konsumen, serta lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Tim Inafis Bergerak Cepat! Identifikasi Korban SAM Air di RS Bhayangkara, Penyerahan Jenazah Segera Terlaksana

Mawardin dalam sambutannya menjelaskan, "Salah satu alasan mengapa tanaman organik kini sangat diminati adalah kualitas hasil pertanian yang lebih baik, lebih segar, sehat, dan tahan lama."

Namun, meski ada potensi besar, sektor pertanian organik di wilayah ini masih dalam tahap perkembangan. Mawardin menuturkan bahwa luas lahan organik dan semi organik di Parigi Moutong mencapai 106,5 hektare. Dari jumlah tersebut, hanya 5 hektare yang telah tersertifikasi organik di Kecamatan Mepanga, sedangkan 45,5 hektare di Kecamatan Parigi Selatan dan 56 hektare di Kecamatan Balinggi masih dalam tahap semi organik.

Ini jelas menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan, terutama dalam mengembangkan jaringan pemasaran dan mendapatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk organik ini.

"Penguatan jaringan pemasaran produk organik menjadi kunci untuk menjadikan pertanian organik sebagai produk unggulan daerah," tegas Mawardin. Ini tidak hanya tentang menghasilkan produk yang ramah lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Sektor ini jelas punya tantangan besar, salah satunya adalah bagaimana memastikan produk organik memiliki jaminan atas integritasnya. Kepercayaan masyarakat akan kualitas produk ini harus dibangun secara bertahap. Masyarakat perlu diyakinkan bahwa produk organik memiliki nilai lebih, tidak hanya dari segi kesehatan tetapi juga dari sisi ekonomi dan lingkungan.

Di sinilah peran jaringan pemasaran yang solid dibutuhkan—untuk menjembatani produsen dengan konsumen secara lebih efektif.

Pada era globalisasi ini, dunia usaha juga harus mendukung pertanian organik dengan memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan benar-benar organik, mulai dari proses tanam hingga distribusi. Tanpa jaminan tersebut, sulit bagi produk organik lokal untuk bersaing di pasar yang semakin ketat.

Dengan demikian, penguatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat menjadi langkah strategis yang harus dilakukan secara menyeluruh.

Selain dari sisi pemasaran, pemerintah daerah perlu terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani agar mampu mengelola lahan dengan metode yang lebih modern, sesuai dengan standar organik yang diakui secara nasional maupun internasional. Dengan begitu, produk-produk organik Parigi Moutong bisa mendapatkan tempat yang layak di hati konsumen, baik di pasar lokal maupun luar daerah.

Pada akhirnya, upaya ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. "Selepas kegiatan ini, tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menginspirasi kita semua untuk bersama-sama menciptakan pertanian yang lebih berkelanjutan," tutup Mawardin.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini