pemerintah

846 Ton Beras Mengalir ke Parigi Moutong, Langkah Strategis Stabilkan Harga Pangan di Tengah Gejolak Ekonomi

Minggu, 16 November 2025 | 19:33 WIB
846 Ton Beras Mengalir ke Parigi Moutong: Langkah Strategis Stabilkan Harga Pangan di Tengah Gejolak Ekonomi

Sulawesitoday - Angka 846.120 kilogram bukan sekadar statistik. Ini adalah harapan. Harapan untuk 42.306 keluarga. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggulirkan bantuan pangan masif beberapa waktu lalu. Distribusi beras dan minyak goreng ini menjadi jawaban konkret atas keresahan masyarakat terhadap fluktuasi harga sembako.

Kecamatan Mepanga menjadi saksi. Bupati H. Erwin Burase hadir langsung. Agenda distribusi bantuan pangan dirangkai dengan peresmian Rest Area Ogomolos Mensung dan pelantikan kepala desa. Tiga agenda berbeda. Satu tujuan: kesejahteraan rakyat.

"Ketiga agenda ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus hadir di tengah masyarakat," ujar Bupati dalam sambutannya. Suaranya tegas. Matanya menatap ribuan wajah yang hadir. "Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan penguatan pemerintahan desa."

Mengapa Bantuan Pangan Ini Krusial?

Stabilitas harga. Dua kata yang terdengar sederhana. Namun eksekusinya kompleks. Parigi Moutong, sebagai salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah, tidak luput dari gejolak ekonomi nasional. Harga beras sempat menyentuh angka psikologis. Minyak goreng pun mengikuti. Masyarakat mengeluh.

Pemerintah daerah bergerak cepat. Koordinasi dengan pusat diintensifkan. Hasilnya: 846.120 kilogram beras premium. Ditambah 169.224 liter minyak goreng berkualitas. Bukan bantuan asal-asalan. Ini intervensi terencana.

"Bantuan pangan ini bukan charity semata," jelas Bupati Erwin Burase. "Ini langkah nyata pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di wilayah Parigi Moutong." Kata-katanya disampaikan dengan nada diplomatis. Tapi pesannya tajam.

Data penerima manfaat dipetakan detail. 42.306 keluarga pra-sejahtera. Mereka tersebar di 21 kecamatan. Setiap kepala keluarga menerima 20 kilogram beras. Plus 4 liter minyak goreng. Cukup untuk kebutuhan satu bulan.

Rest Area Ogomolos: Infrastruktur atau Katalis Ekonomi?

Peresmian Rest Area Ogomolos Mensung bukan seremoni biasa. Bupati menegaskan, fasilitas ini dirancang multifungsi. Bukan sekadar tempat istirahat pelancong. Lebih dari itu. Ini sarana mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

UMKM menjadi fokus utama. Pelaku usaha kecil menengah diberikan ruang berjualan. Produk lokal dipromosikan. Kopi Mepanga, kerajinan tangan, hingga olahan hasil bumi. Semua mendapat panggung.

"Rest Area Ogomolos bukan sekadar tempat beristirahat," tegas Bupati. "Melainkan sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, terutama bagi pelaku UMKM lokal." Visinya jelas. Infrastruktur harus berkorelasi dengan kesejahteraan.

Lokasinya strategis. Berada di jalur trans Sulawesi. Penghubung Palu-Poso. Setiap hari ratusan kendaraan melintas. Potensi pasar terbuka lebar. Pengusaha lokal optimis. Omzet diprediksi naik signifikan.

Siapa Abdul Rauf dan Mengapa Pelantikannya Penting?

Halaman:

Tags

Terkini