"Kami tidak ingin program ini berhenti di distribusi bantuan," Bupati menegaskan di akhir sambutannya. "Ini harus menjadi katalisator. Pendorong agar masyarakat bangkit mandiri."
Waktu akan menjawab. Apakah Parigi Moutong berhasil memecah lingkaran kemiskinan? Ataukah ini hanya episode manis yang akan terlupakan? Yang pasti, 42.306 keluarga hari ini tersenyum. Mereka punya beras di dapur. Mereka punya minyak goreng di rak.
Untuk saat ini, itu sudah cukup. Harapan masih mengalir. Seperti aliran 846 ton beras yang terus terdistribusi. Merata. Berkeadilan. Atau setidaknya, begitulah yang diusahakan.
Baca Juga: Panen Raya Tanpa Tambang Ilegal, Komitmen Tegas Pemda Parigi Moutong Jaga Ketahanan Pangan
Artikel Terkait
Apresiasi Nasional untuk Hestiwati Nanga: Dedikasi Tanpa Henti untuk Pendidikan Anak Usia Dini Parigi Moutong
Wabup Abdul Sahid Tegas di Konsultasi KLHS, Era Ego Sektoral Penataan Ruang Parigi Moutong Harus Berakhir
Sistem Kerja dan Pakaian Dinas ASN Parimo Diatur Ketat, Ini Langkah Transformasi Birokrasi 2025
Yanuar Rizky Bedah Kemiripan Purbaya dan Sri Mulyani, Popularitas Awal Bisa Jadi Bumerang Jika Salah Kelola
Panen Raya Tanpa Tambang Ilegal, Komitmen Tegas Pemda Parigi Moutong Jaga Ketahanan Pangan