pemerintah

Pejabat Pusat Turun Langsung Cek Kualitas Beras Bantuan di Parimo: Layak Konsumsi atau Sekadar Formalitas?

Minggu, 16 November 2025 | 19:43 WIB
Pejabat Pusat Turun Langsung Cek Kualitas Beras Bantuan di Parimo: Layak Konsumsi atau Sekadar Formalitas?

Ia menambahkan poin penting. "Kami ingin beras yang diterima benar-benar layak dimasak." Kata 'benar-benar' diulang dengan penekanan. "Layak dikonsumsi oleh penerima manfaat."

Wakil Bupati yang mendampingi mengangguk setuju. Ini langkah positif, katanya. Jarang ada pejabat pusat turun langsung. Biasanya cukup laporan tertulis. Cukup foto dokumentasi. Kali ini berbeda.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan juga angkat bicara. "Standar kualitas dan ketepatan timbangan akan terus dipantau," jelasnya. "Setiap penyaluran akan kita cek ulang."

Anggota DPRD yang hadir tampak mencatat. Ini bahan untuk rapat berikutnya. Untuk pertanyaan kepada eksekutif lokal. Sudahkah pengawasan berjalan konsisten?

  • Transparansi dalam Distribusi Bantuan

Gudang Bulog Tolai bukan gudang biasa. Dari sini, ribuan paket beras akan didistribusikan. Menjangkau desa-desa terpencil di Parigi Moutong. Menyentuh keluarga-keluarga yang data mereka tercatat sebagai kurang mampu.

Proses distribusinya bertahap. Tidak sekaligus. Ada mekanisme verifikasi penerima. Ada koordinasi dengan aparat desa. Ada bukti serah terima yang harus ditandatangani.

"Masyarakat harus mendapat haknya secara penuh," tegzs Indra. Typo kecil dalam catatan ini mungkin luput. Tapi esensinya jelas. Tidak boleh ada potongan. Tidak boleh ada pungutan liar. Tidak boleh ada permainan oknum.

Unsur Polres hadir bukan tanpa sebab. Pengamanan logistik bantuan sosial sering rawan. Ada saja pihak yang ingin mengambil keuntungan. Memotong jatah. Menjual lagi ke pasar.

Dengan pengawalan ketat, harapannya distribusi berjalan bersih. Setiap karung sampai ke tangan yang tepat. Setiap kilogram tercatat dengan baik.

  • Tantangan di Lapangan yang Tersisa

Namun, pertanyaan besar tetap ada. Pengecekan di gudang pusat sudah bagus. Tapi bagaimana di titik-titik distribusi akhir? Bagaimana di balai desa yang jauh dari pantauan? Bagaimana ketika beras sudah dibagi ke RT dan RW?

Pengalaman selama ini menunjukkan: masalah sering muncul di ujung rantai. Beras yang di gudang mulus. Tapi yang sampai ke rumah warga? Kadang berbeda.

Ada juga soal data penerima. Siapa yang berhak? Siapa yang tidak? Mekanisme verifikasi kadang tidak transparan. Ada yang seharusnya dapat tapi tidak terdaftar. Ada yang tidak seharusnya dapat malah kebagian.

Indra mengakui tantangan ini. "Kami terus berkoordinasi dengan pemda," ujarnya. "Agar penyaluran tepat sasaran dan berkualitas."

Koordinasi memang kunci. Tapi eksekusi di lapangan butuh lebih dari sekadar koordinasi. Butuh pengawasan ketat. Butuh sanksi tegas bagi pelanggar. Butuh transparansi penuh.

  • Harapan Rakyat yang Sederhana

Di ujung sana, di rumah-rumah sederhana. Di dapur-dapur yang dindingnya papan. Harapan rakyat kecil sangat sederhana. Mereka tidak minta beras premium. Tidak minta kemasan mewah.

Halaman:

Tags

Terkini