pemerintah

Gaya Legislator Hi Wardi, Sulap Malam Ramadan Parigi Jadi Arena Lari Sicepat Petir

Rabu, 11 Maret 2026 | 17:54 WIB
Anggota DPRD Parigi Moutong, Hi. Wardi, gelar lomba lari Sicepat Petir. Ajang positif pembinaan atlet muda dan silaturahmi produktif di bulan Ramadan.

Sulawesitoday - Malam itu, Jalan Tugu Merkuri di Kelurahan Loji mendadak benderang. Bukan hanya oleh lampu jalan, tapi oleh energi ratusan anak muda. Selasa malam (10/3), Parigi Moutong punya cara sendiri mengisi waktu di bulan Ramadan: adu cepat di aspal.

Nama acaranya mentereng: Bintang Delapan Belas Lari Tradisional Sicepat Petir.

Inisiatornya adalah Hi. Wardi, S.H. Beliau bukan sekadar Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong. Di arena ini, ia hadir sebagai pembina APT Collaboration (Agus Petir Collaboration). Sosok yang gerah melihat potensi atletik anak muda daerahnya yang melimpah, tapi kekurangan panggung untuk pamer kecepatan.

Ada puluhan pelari yang ambil bagian. Mereka dibagi dua: kategori umum non-atlet dan kategori pemula di bawah 20 tahun. Pesertanya datang dari berbagai penjuru Parigi Moutong. Mereka tidak hanya mengejar garis finis, tapi mengejar martabat sportivitas.

"Selain mempererat silaturahmi di bulan Ramadan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda yang memiliki bakat di bidang olahraga, khususnya lari," ujar Hi. Wardi saat memberikan sambutan.

Logika Hi. Wardi sederhana namun tajam. Daripada energi anak muda habis untuk hal yang tidak menentu, lebih baik diarahkan ke lintasan lari. Ia ingin acara ini tidak sekadar event sekali lewat, tapi jadi agenda tahunan yang lebih kolosal.

Dukungan pun mengalir. Dari pihak kepolisian, Noldy Williams Sualang nampak hadir. Ia memberikan restu penuh pada kegiatan positif semacam ini. Pesannya singkat namun padat: jaga ketertiban.

"Fair play harus dijaga. Hormati sesama peserta, panitia, serta masyarakat yang hadir menyaksikan kegiatan ini," tegas Noldy.

Apresiasi senada datang dari KONI Parigi Moutong. Wakil Sekretaris KONI, Renaldi Rosdul, yang membuka acara secara resmi, mengakui bahwa inisiatif dari tokoh masyarakat seperti inilah yang menghidupkan urat nadi olahraga daerah.

Bagi KONI, atletik adalah tambang emas prestasi bagi Parigi Moutong. Lari tradisional Sicepat Petir ini diharapkan menjadi kawah candradimuka untuk menemukan bibit-bibit baru yang bisa bicara banyak di level yang lebih tinggi.

Malam itu, peran seorang legislator tidak melulu soal sidang di gedung dewan yang dingin. Di bawah langit Loji, Hi. Wardi membuktikan bahwa pengabdian bisa diwujudkan dalam derap langkah kaki-kaki lincah generasi muda.

Pabrik dan Durian Melimpah, PAD Cekak - Kegelisahan Anleg Arnold di Meja Paripurna

Tags

Terkini