• Selasa, 21 Juli 2026

Aturan RI Mendunia, YouTube Buka Suara Soal Larangan Akses Anak di Bawah 16 Tahun

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 10 Maret 2026 | 17:32 WIB
Indonesia resmi larang anak <16 tahun akses medsos per 28 Maret 2026. YouTube tinjau aturan demi keamanan digital. Langkah berani di tengah darurat!
Indonesia resmi larang anak <16 tahun akses medsos per 28 Maret 2026. YouTube tinjau aturan demi keamanan digital. Langkah berani di tengah darurat!

Sulawesitoday - Darurat Digital. Mulai akhir bulan ini, anak-anak kita harus "puasa" medsos.

Resmi. Pemerintah sudah ketok palu. Batasnya tegas: 16 tahun. Di bawah itu? Dilarang mengakses platform digital berisiko tinggi.

YouTube masuk daftar. Bersama gerombolan lainnya: TikTok, Facebook, Instagram, sampai Roblox. Aturannya jelas: Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026. Ini turunan dari PP Tunas yang heboh itu.

Menteri Komdigi, Meutya Hafid, tidak main-main. Beliau menyebut kita sedang "Darurat Digital". Pornografi, cyberbullying, hingga kecanduan sudah di depan mata. Bahkan sudah masuk ke kamar tidur anak-anak kita.

Lalu, apa kata raksasa digital?

YouTube langsung bereaksi. Tapi reaksinya khas korporasi global: sangat diplomatis. Sangat hati-hati. Mereka bilang sedang meninjau peraturan itu.

"Kami telah berinvestasi lebih dari satu dekade untuk keamanan anak," kata perwakilan YouTube kepada CNBC Indonesia.

Intinya: mereka ingin bilang bahwa mereka sudah bekerja keras. Jangan sampai aturan baru ini malah memutus akses pembelajaran bagi jutaan orang. Mereka ingin memberdayakan orang tua, bukan sekadar memblokir.

Kalimat penutup dari YouTube ini yang menarik bagi saya: "Melindungi generasi muda di dunia digital, bukan menjauhkan mereka darinya."

Saya tahu maksudnya. YouTube tidak ingin kehilangan pasar masa depan. Tapi mereka juga tahu, melawan pemerintah Indonesia yang sedang punya "hajat" besar ini tidaklah bijak.

Maka, komunikasi konstruktif pun dibangun.

Tentu, awal-awal pasti tidak nyaman. Pasti banyak anak yang "sakaw" karena tidak bisa buka YouTube atau TikTok. Orang tua juga mungkin pusing karena tidak ada lagi "babysitter" digital yang bisa membuat anak anteng saat makan.

Tapi, itulah harga sebuah perlindungan.

Pemerintah sadar ini akan menimbulkan kegaduhan. Tapi menteri Meutya yakin: ini langkah terbaik. Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai pionir. Presiden Prancis pun kabarnya sampai mengucap terima kasih. Aturan kita mendunia.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini