• Senin, 20 Juli 2026

Geger Durian Parigi Moutong, Saat Panja DPRD Bongkar "Remang-Remang" Ekspor

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 10 Maret 2026 | 17:08 WIB
DPRD Parigi Moutong bentuk Panja usut pengelolaan Packing House durian. Demi transparansi dan nasib petani, jangan sampai durian manis di laporan saja
DPRD Parigi Moutong bentuk Panja usut pengelolaan Packing House durian. Demi transparansi dan nasib petani, jangan sampai durian manis di laporan saja

Sulawesitoday - Durian. Bagi masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, ia bukan sekadar buah. Ia adalah identitas. Ia adalah masa depan ekonomi.  

Maka, ketika muncul kabar soal pengelolaan Packing House komoditas ekspor durian yang "bermasalah", DPRD tidak bisa tinggal diam. Tidak boleh menutup mata.  

Selasa, 10 Maret 2026, suasana di Gedung DPRD Parigi Moutong terasa beda. Ada laporan akhir dari Panitia Kerja (Panja) yang dibacakan dalam Rapat Paripurna. Isinya? Tegas. Sebuah bentuk tanggung jawab politik.  

Panja ini diisi oleh orang-orang dari lintas fraksi. Ada Candra Setiawan dari PKB, Yushar dari Keadilan Rakyat, hingga I Ketut Mardika dari Gerindra dan Adnyana Wirawan dari Golkar. Mereka bersatu karena satu urusan: Durian.  

Mengapa sampai dibentuk Panja?

Ternyata ada kegelisahan di tingkat bawah. Aspirasi masyarakat yang sampai ke telinga dewan menunjukkan adanya persoalan serius. Soal transparansi yang dipertanyakan. Soal legalitas operasional yang belum jelas benar. Hingga kekhawatiran akan adanya praktik monopoli.  

Logikanya sederhana: hadirnya Packing House seharusnya menjadi tonggak hilirisasi. Petani harusnya sejahtera. Daerah harusnya dapat manfaat besar. Tapi kalau pengelolaannya "remang-remang", siapa yang untung?  

Laporan Panja ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah suara rakyat yang dibawa ke forum terhormat. Panja sudah melakukan pendalaman teknis dan konsolidasi data lapangan. Mereka ingin memastikan bahwa setiap investasi yang masuk harus berpihak pada rakyat, bukan sebaliknya.  

"Durian adalah kebanggaan kita. Durian adalah identitas kita," begitu bunyi penutup laporan tersebut.  

Kini bolanya ada di tangan pemerintah daerah. Rekomendasi sudah diberikan. Tujuannya satu: agar keputusan yang dihasilkan benar-benar terukur, solutif, dan berorientasi masa depan.  

Kita tunggu saja, apakah durian Parigi Moutong benar-benar akan menjadi "raja" di tanahnya sendiri, atau hanya manis di laporan saja.

Parigi Moutong Bidik Fiskal Baru, Durian dan Kelapa Jadi Andalan - IPR Masih Menggantung

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini