Sulawesitoday - Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pemain utama dalam industri durian nasional dan internasional. Melalui berbagai inisiatif, pemerintah daerah menggandeng petani, organisasi, dan pihak swasta untuk mengembangkan potensi durian sebagai komoditas unggulan.
Pj Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo Djanggola, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran Asosiasi Petani Durian Indonesia (Abdurin) di wilayah tersebut. "Kami sangat mendukung pembentukan Abdurin tingkat kabupaten ini," ujarnya. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Parigi Moutong sebagai pelopor di Sulawesi Tengah.
Menjadikan Parigi Moutong "Kabupaten Durian"
Komitmen Parigi Moutong sebagai "Kabupaten Durian" telah diresmikan melalui peraturan daerah. Dengan dukungan Abdurin, pemerintah berharap mampu meningkatkan promosi durian lokal ke pasar internasional, seperti Thailand, Vietnam, dan Tiongkok. Produksi dan distribusi menjadi fokus utama untuk memastikan target ini tercapai.
"Langkah-langkah konkret harus dilakukan," tambah Djanggola. Hal ini mencakup peningkatan produksi, perluasan jaringan distribusi, serta optimalisasi pasar ekspor. Target utama, ekspor langsung ke Tiongkok, sedang dalam tahap persiapan intensif. Baca lebih lanjut di sini.
Ekspor Durian Langsung ke Tiongkok
Pemerintah daerah bekerja keras untuk merealisasikan ekspor langsung durian dari Palu ke Tiongkok. Februari mendatang, pihak Bea Cukai Tiongkok akan meninjau kesiapan fasilitas dan dokumen. "Jika semua persyaratan terpenuhi, ekspor langsung ini akan segera terlaksana," jelas Djanggola.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat menjadi kunci dalam mewujudkan program ini. Fasilitas, seperti alat pembeku di rumah pengemasan (packing house), telah disiapkan untuk memenuhi standar internasional. Baca berita terkait di sini.
Pasar Tematik Durian di Kayubura
Langkah strategis lainnya adalah pembangunan pasar tematik khusus durian di Kayubura. Pasar ini akan menjadi pusat aktivitas durian, baik konsumsi langsung maupun penjualan produk olahan.
Produk seperti keripik dan dodol durian diharapkan menjadi ikon oleh-oleh khas daerah. "Pemerintah akan terus mendampingi pengembangan produk olahan ini melalui dinas terkait," tutur Djanggola. Pendampingan ini bertujuan agar produk lokal memiliki daya saing tinggi di pasar domestik dan internasional.
Solusi untuk Masalah Distribusi dan Harga
Distribusi dan harga kerap menjadi tantangan bagi petani durian. Meski pemerintah tidak dapat mengatur harga komoditas non-pangan pokok, pembentukan koperasi petani durian disebut sebagai solusi potensial.
"Koperasi dapat membantu petani menjangkau pembeli langsung," ungkap Djanggola. Dengan begitu, ketergantungan pada tengkulak dapat diminimalkan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.
Infrastruktur untuk Mendukung Petani
Artikel Terkait
Harga LPG 3 Kg di Mamuju Naik Drastis, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Penggerebekan Sabung Ayam di Pangkep: 5 Orang Jadi Tersangka, Termasuk ASN
Geng Motor Mengganas, Warkop di Makassar Jadi Sasaran Serangan Busur Panah
Jaringan Narkoba Sulsel Terungkap: Tiga Pelaku Ditangkap dengan Barang Bukti 3,3 Kilogram Sabu
Perbaikan Stop Kran PDAM Parepare: Pemeliharaan Infrastruktur Berdampak di 20 Titik