• Selasa, 21 Juli 2026

Diam-Diam Parigi Moutong Masuk Radar Tiongkok Lewat Durian Beku

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Kamis, 29 Mei 2025 | 15:09 WIB
Durian beku dari Parigi Moutong bakal meluncur ke Tiongkok. Tak sekadar potensi, tapi kesiapan ekspor mulai dibuktikan dari desa.
Durian beku dari Parigi Moutong bakal meluncur ke Tiongkok. Tak sekadar potensi, tapi kesiapan ekspor mulai dibuktikan dari desa.

Sulawesitoday - Barangkali selama ini durian dari Parigi Moutong hanya jadi rebutan di pasar lokal. Tapi dalam sekejap, buah berduri itu tiba-tiba saja dilirik Tiongkok. Bukan lewat promosi besar-besaran, tapi lewat selembar nota kesepahaman yang ditandatangani di Istana Merdeka, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang.

Di antara 12 dokumen kerja sama yang diteken pada Minggu, 25 Mei 2025 itu, terselip satu protokol yang bisa jadi batu loncatan besar bagi petani durian lokal: ekspor durian beku Indonesia ke Tiongkok.

Secara resmi, General Administration of Customs of China (GACC) dan Badan Karantina Indonesia sepakat membuka jalur ekspor. Tapi yang menarik bukan hanya dokumennya, melainkan siapa yang bakal jadi pemain utama.

“Parigi Moutong bukan cuma siap, tapi sangat layak,” kata Faradiba Zaenong, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) kabupaten itu.

Di ruang kerjanya yang beraroma kopi dan catatan hasil panen, ia menyebut angka yang tak main-main: lebih dari 114.000 pohon durian produktif di lahan seluas 1.114 hektare, serta 16 unit packing house bersertifikasi internasional.

Kesiapan itu bukan klaim kosong. Faradiba menyebut, dari tahun ke tahun tren panen meningkat. Bahkan beberapa pengusaha lokal sudah menjalin komunikasi awal dengan eksportir.

“Kami bukan sekadar penghasil, kami bisa jadi penggerak,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Lagi Soal Musim Panen, Sistem Budidaya Durian Parigi Moutong Disulap Total

Dalam skema perdagangan internasional, Tiongkok terkenal dengan standar ketat. Tapi justru itu, menurut Faradiba, yang membuat Parigi Moutong merasa tertantang.

“Kalau bisa tembus ke sana, dunia bukan lagi mimpi,” tambahnya.

Bagi sebagian besar warga Parigi Moutong, ekspor mungkin masih terdengar seperti jargon ibu kota.

Tapi hari-hari ini, petani durian mulai bicara soal suhu freezer, bukan cuma musim hujan. Dunia berubah cepat. Dan diam-diam, kabupaten ini tengah membuka pintu ke panggung ekspor Asia.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini