Sulawesitoday - Parigi Moutong itu gudangnya durian. Pohonnya ribuan. Pabrik pengolahannya—si packing house itu—juga menjamur di mana-mana. Tapi ada yang mengganjal di hati Arnold, anggota DPRD setempat.
Kegelisahan itu tumpah dalam Rapat Paripurna, Selasa, 10 Maret 2026. Arnold. Logikanya sederhana: kalau barangnya banyak dan pabriknya berderet, mestinya kantong Pendapatan Asli Daerah (PAD) ikut tebal. Kenyataannya? Masih jauh panggang dari api.
Arnold tidak ingin daerahnya hanya sekadar jadi "tukang masak". Durian masuk, dibekukan, dikemas, lalu dikirim keluar. Nama Parigi Moutong harum di kemasan, tapi pundi-pundinya tetap saja cekak.
"Saya pertanyakan bahan baku durian itu tadi. Apakah ada dari daerah luar? Tidak hanya di lokal Parigi Moutong saja?" tanya Arnold tajam di depan forum.
Logika Bahan Baku
Pertanyaan itu krusial. Kalau pabrik-pabrik besar itu mengambil bahan baku dari luar daerah, maka Parigi Moutong hanya kebagian ampasnya: polusi atau sekadar upah buruh. Padahal, alamnya sangat mendukung untuk menjadi raja durian yang sesungguhnya.
Ada kekhawatiran nyata. Jangan sampai daerah hanya dijadikan tempat transit produksi durian beku, namun tidak mendapatkan faedah pemasukan riil yang signifikan.
Maka, desakan pun dialamatkan langsung kepada Wakil Bupati yang hadir. Pemerintah Daerah diminta tidak lagi sekadar menonton truk-truk durian berlalu-lalang. Harus ada langkah serius.
Solusi dari Hulu ke Hilir
Idenya progresif:
Perbanyak Kebun: Pemda harus memproyeksikan agenda perluasan kebun durian di lokasi yang subur.
Kesesuaian Komoditi: Jangan asal tanam, cari lahan yang paling cocok agar hasilnya premium.
Pajak Dualisme: PAD tidak boleh hanya mengandalkan pajak bangunan pabrik, tapi juga dari perputaran nilai komoditas itu sendiri secara masif.
Ujung-ujungnya adalah kesejahteraan warga. Jika warga punya kebun yang produktif dan pabrik siap menampung dengan harga yang adil, maka ekonomi akan berputar kencang.
Parigi Moutong tidak boleh hanya jadi penonton di tengah pesta durian. Begitulah harapan yang dititipkan Arnold dalam sidang terhormat itu.
Geger Durian Parigi Moutong, Saat Panja DPRD Bongkar Remang-Remang Ekspor
Artikel Terkait
Durian Membuka Pintu Seribu Investor Masuk ke Parigi Moutong
Ini Inovasi Bisnis Produk Olahan Durian di Sulawesi Tengah Menggoda Pasar Lokal dan Global
DPRD Parigi Moutong Gelar RDP Industri Durian: Regulasi PAD Jadi Kunci Target Cashflow Rp1 Triliun
Parigi Moutong Bidik Fiskal Baru, Durian dan Kelapa Jadi Andalan - IPR Masih Menggantung
Geger Durian Parigi Moutong, Saat Panja DPRD Bongkar "Remang-Remang" Ekspor