Sulawesitoday - Sebuah kejanggalan muncul dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Kabupaten Parigi Moutong. Saat instansi lain sibuk berebut panggung program, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) justru sunyi senyap tanpa satu pun usulan. Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, hanya bisa mengelus dada sembari menduga ada "kabel yang putus" di komunikasi tingkat OPD.
Persoalannya klise tapi fatal: miskomunikasi.
Sepertinya, ada anggapan di internal Satpol PP bahwa urusan perencanaan adalah tugas mutlak Bappelitbangda. Bahwa Bappelitbangda punya tongkat sihir yang bisa tahu apa yang dibutuhkan para penegak Perda di lapangan tanpa perlu diminta. Padahal, dalam sistem birokrasi modern, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) adalah nahkoda bagi programnya sendiri.
“Sepertinya itu miskomunikasi. Mungkin mereka berpikir bahwa kami yang akan merencanakan, padahal usulan itu harus datang dari OPD-OPD,” ujar Irwan dengan nada heran, baru-baru ini.
Sistem Digital Tak Kenal Kompromi
Irwan menegaskan bahwa pihaknya sangat memerlukan usulan tersebut. Tanpa dokumen resmi dari bawah, Bappelitbangda tidak punya dasar untuk "mengakomodir" hajat hidup Satpol PP dalam anggaran tiga tahun mendatang.
Memang, pintu untuk Pokok Pikiran (Pokir) sudah terkunci rapat sepekan sebelum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) digelar. Namun, bagi OPD, pintu belum benar-benar gembok mati. Masih ada celah sepanjang program tersebut tercantum dalam Rencana Kerja (Renja) masing-masing instansi.
Masalahnya sekarang bukan lagi soal kertas, tapi soal aplikasi.
Dunia sudah berubah. Perencanaan kini bukan lagi sekadar lobi-lobi di meja kopi, melainkan adu cepat dan adu input di layar monitor. Jika Satpol PP tetap diam, maka di tingkat Provinsi, keberadaan mereka akan dianggap "gaib".
“Jika usulan masuk ke tingkat Provinsi, semua harus melalui aplikasi. Jika tidak diinput ke aplikasi, maka tidak akan terbaca di Provinsi,” tegas Irwan.
Menunggu Proaktif, Bukan Menunggu Mukjizat
Bappelitbangda tidak ingin cuci tangan begitu saja. Irwan menjanjikan pendampingan. Timnya siap turun tangan untuk membimbing Satpol PP agar tidak tersesat di dalam labirin aplikasi perencanaan.
“Kami akan proaktif melakukan koordinasi dan pendampingan agar usulan mereka bisa terakomodir,” tambahnya.
Strategi Bappelitbangda Parigi Moutong Jadikan Durian Montong Komoditas Unggulan