• Senin, 20 Juli 2026

Gaya Kompak Pemda Parigi Moutong Jaga Tradisi: Rumah Adat Dibangun, Narkoba Diberantas

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 4 April 2026 | 18:47 WIB
Bupati Parigi Moutong dukung pembangunan rumah adat Olongian Tialo di Tomini. Anggaran disiapkan demi pelestarian budaya dan penguatan lembaga adat.
Bupati Parigi Moutong dukung pembangunan rumah adat Olongian Tialo di Tomini. Anggaran disiapkan demi pelestarian budaya dan penguatan lembaga adat.

Sulawesitoday - Sabtu 4 April 2026, Desa Ambesia Selatan tampak berbeda. Ada riuh yang tak biasa. Masyarakat Kecamatan Tomini berkumpul. Mereka sedang merawat ingatan: menjaga adat, budaya, dan tradisi.

Bupati Parigi Moutong hadir di sana. Tidak sekadar datang, tapi membawa angin segar. Komitmen pemerintah daerah diletakkan di atas meja. Warisan leluhur tidak boleh punah. Harus dijaga dengan semangat gotong royong yang masih kental.

Bagi sang bupati, adat bukan hanya soal identitas. Ia adalah perekat sosial. Sekaligus penguat nilai keagamaan di tengah gempuran zaman.

“Tradisi seperti ini harus terus kita jaga dan lestarikan,” tegas Bupati saat memberikan sambutan.

Ada satu rencana besar yang disambut hangat: pembangunan rumah adat Olongian Tialo. Sebuah simbol kehormatan masyarakat setempat. Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Anggaran siap dikucurkan. Namun, ada syaratnya. Lokasi harus jelas. Status lahan harus terang benderang—dihibahkan demi kepentingan publik.

“Silakan ditentukan lokasinya dan dipastikan status tanahnya jelas. Insyaallah, melalui perubahan anggaran, pembangunan rumah adat ini dapat segera direalisasikan,” tambahnya.

Bupati ingin lebih. Kegiatan adat jangan sekadar seremoni. Harus dikemas meriah. Kalau perlu, jadi agenda rutin daerah. Sisipkan lomba tradisional. Libatkan masyarakat lintas kecamatan. Tujuannya satu: agar budaya lokal punya panggung utama.

Namun, bupati juga menitipkan pesan serius. Soal musuh bersama: narkoba. Lembaga adat diminta turun tangan. Jangan hanya mengandalkan aparat hukum. Tokoh adat dan agama adalah benteng pertama di masyarakat.

Di penghujung acara, suasana mencair. Momennya pas. Masih dalam nuansa kemenangan. Ucapan selamat Idul Fitri mengalir.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” tutupnya disambut hangat warga.

Target Akses Terpencil, Parigi Moutong Pacu Program Lancar Bersama Lewat Swakelola

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini