• Senin, 20 Juli 2026

Ide Berani Bupati Parigi Moutong, Targetkan Tiap Desa Punya 2 Hektar Kebun Durian

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 4 April 2026 | 18:59 WIB
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase canangkan program 2 hektar durian per desa dan percepat akses Jembatan Garuda demi dongkrak ekonomi mikro warga.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase canangkan program 2 hektar durian per desa dan percepat akses Jembatan Garuda demi dongkrak ekonomi mikro warga.

Sulawesitoday - Bupati Erwin Burase sedang tidak ingin berbasa-basi. Di tengah hangatnya suasana Syawal di Moutong Tengah, Jumat April 2026. Ia menyodorkan angka yang konkret: dua hektar.

Bukan untuk perumahan, tapi untuk durian. Inilah cara Erwin melakukan reset ekonomi; memaksa desa berhenti menjadi penonton dan mulai menanam masa depan.

Ia tahu, tanpa keberanian menyiapkan lahan dari sekarang, mimpi menjadi raksasa durian nasional hanya akan jadi ampas di pinggir jalan.

Momentum Halal Bihalal 1447 Hijriah itu pun berubah menjadi panggung konsolidasi. Erwin tidak ingin sekadar bersalam-salaman.

Ia ingin ada pondasi kepercayaan (trust) yang terbangun antara rakyat dan pemimpinnya. Baginya, urusan perut dan urusan hati harus sejalan.

“Halal Bihalal adalah momentum membersihkan hati dan memperbaiki hubungan. Dari kebersamaan inilah lahir kekuatan kolektif,” ujar Erwin dengan nada optimis di hadapan warga.

Logika Jembatan

Tapi, visi durian itu mustahil jalan tanpa dukungan infrastruktur yang mumpuni. Di sinilah Jembatan Garuda Kodam XXIII/Palakawira mengambil peran.

Jembatan ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah urat nadi yang bakal memompa darah ekonomi ke jantung desa.

Selama ini, kendala utama petani adalah distribusi. Hasil tani sering layu di jalan atau harganya jatuh karena ongkos angkut yang mencekik.

Dengan jembatan baru ini, isolasi itu tamat. Waktu tempuh dipangkas, distribusi dipercepat. Infrastruktur beres, tinggal manusianya yang harus bergerak.

Bukan Sekadar Penonton

Erwin paham betul potensi pasar. Durian bukan lagi sekadar buah musiman, melainkan komoditas kelas berat. Itulah mengapa ia berani menantang setiap desa menyiapkan lahan minimal dua hektar.

Ia ingin Parigi Moutong punya posisi tawar yang tinggi di level nasional.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini