Sulawesitoday - Bupati Erwin Burase sedang tidak ingin berbasa-basi. Di tengah hangatnya suasana Syawal di Moutong Tengah, Jumat April 2026. Ia menyodorkan angka yang konkret: dua hektar.
Bukan untuk perumahan, tapi untuk durian. Inilah cara Erwin melakukan reset ekonomi; memaksa desa berhenti menjadi penonton dan mulai menanam masa depan.
Ia tahu, tanpa keberanian menyiapkan lahan dari sekarang, mimpi menjadi raksasa durian nasional hanya akan jadi ampas di pinggir jalan.
Momentum Halal Bihalal 1447 Hijriah itu pun berubah menjadi panggung konsolidasi. Erwin tidak ingin sekadar bersalam-salaman.
Ia ingin ada pondasi kepercayaan (trust) yang terbangun antara rakyat dan pemimpinnya. Baginya, urusan perut dan urusan hati harus sejalan.
“Halal Bihalal adalah momentum membersihkan hati dan memperbaiki hubungan. Dari kebersamaan inilah lahir kekuatan kolektif,” ujar Erwin dengan nada optimis di hadapan warga.
Logika Jembatan
Tapi, visi durian itu mustahil jalan tanpa dukungan infrastruktur yang mumpuni. Di sinilah Jembatan Garuda Kodam XXIII/Palakawira mengambil peran.
Jembatan ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah urat nadi yang bakal memompa darah ekonomi ke jantung desa.
Selama ini, kendala utama petani adalah distribusi. Hasil tani sering layu di jalan atau harganya jatuh karena ongkos angkut yang mencekik.
Dengan jembatan baru ini, isolasi itu tamat. Waktu tempuh dipangkas, distribusi dipercepat. Infrastruktur beres, tinggal manusianya yang harus bergerak.
Bukan Sekadar Penonton
Erwin paham betul potensi pasar. Durian bukan lagi sekadar buah musiman, melainkan komoditas kelas berat. Itulah mengapa ia berani menantang setiap desa menyiapkan lahan minimal dua hektar.
Ia ingin Parigi Moutong punya posisi tawar yang tinggi di level nasional.
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Tradisi, SD 6 Kampung Baru Majene Maknai Halal Bihalal Berbeda
Tujuh Desa Dihantam Banjir, Ratusan Keluarga di Moutong dan Taopa Terdampak
Waket Sayutin Budianto Ingatkan ASN Parimo, Edaran Mendagri Hanya Atur WFO dan WFH - Bukan WFA
Gara-gara LPJ BOS Macet, Nilai SKP Kepala Sekolah di Parigi Moutong Terancam Jeblok
Gaya Kompak Pemda Parigi Moutong Jaga Tradisi: Rumah Adat Dibangun, Narkoba Diberantas