"Kita ke kurikulum dan perda itu kita dipoles lagi untuk menjadi perbup," kata Enang saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 19 Mei 2026.
Selain menyiapkan tenaga pengajar, pemerintah daerah juga rutin memprogramkan penulisan buku sejarah kehidupan masyarakat lokal.
Penyusunan buku itu sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu dengan fokus suku yang berbeda setiap tahunnya.
Tahun ini tim kebudayaan fokus merampungkan penulisan buku daur hidup untuk masyarakat suku Tialo.
Buku dan kamus hasil penyusunan ini nantinya akan digandakan lalu diedarkan ke sekolah-sekolah sebagai materi pendukung.
Melalui buku ini, pemerintah berharap anak cucu di Parigi Moutong tidak kehilangan jati diri mereka.