"Kita ke kurikulum dan perda itu kita dipoles lagi untuk menjadi perbup," kata Enang saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 19 Mei 2026.
Selain menyiapkan tenaga pengajar, pemerintah daerah juga rutin memprogramkan penulisan buku sejarah kehidupan masyarakat lokal.
Penyusunan buku itu sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu dengan fokus suku yang berbeda setiap tahunnya.
Tahun ini tim kebudayaan fokus merampungkan penulisan buku daur hidup untuk masyarakat suku Tialo.
Buku dan kamus hasil penyusunan ini nantinya akan digandakan lalu diedarkan ke sekolah-sekolah sebagai materi pendukung.
Melalui buku ini, pemerintah berharap anak cucu di Parigi Moutong tidak kehilangan jati diri mereka.
Artikel Terkait
Diduga Milik Oknum Polisi, Video Ungkap Tambang Emas Liar Sausu Torono Masih Garuk Bumi Malam Ini
Muskab KTNA Parigi Moutong Dinilai Cacat Legitimasi Akibat Depak Sektor Perikanan
Ahli Waris Nasabah KUR BRI Parigi Terima Santunan Kematian Rp42 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan
Balai Bahasa Kaji Status Bahasa Tialo, Disdikbud Parigi Moutong Siapkan Guru Muatan Lokal
Dorong Ekonomi Rakyat, Kemenkum Sulteng Bedah Aturan Pengesahan Koperasi