• Jumat, 3 Juli 2026

Katak bertaring terkecil di dunia ditemukan di Sulawesi, Indonesia

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 23 Desember 2023 | 12:18 WIB
Katak bertaring terkecil di dunia ditemukan di Sulawesi, Indonesia  Sebuah penemuan menarik telah dilaporkan oleh tim ahli herpetologi dari Amerika Serikat dan Indonesia, yang berhasil menemukan spesies katak bertaring terkecil di dunia di perbukitan vulkanik yang subur di Sulawesi, Indonesia. Pendakian melalui hutan hujan yang dilakukan oleh tim peneliti ini membawa mereka menemukan telur-telur katak berwarna hitam seperti kaca di atas dedaunan serta batu-batu besar berlumut beberapa meter dari tanah.
Katak bertaring terkecil di dunia ditemukan di Sulawesi, Indonesia Sebuah penemuan menarik telah dilaporkan oleh tim ahli herpetologi dari Amerika Serikat dan Indonesia, yang berhasil menemukan spesies katak bertaring terkecil di dunia di perbukitan vulkanik yang subur di Sulawesi, Indonesia. Pendakian melalui hutan hujan yang dilakukan oleh tim peneliti ini membawa mereka menemukan telur-telur katak berwarna hitam seperti kaca di atas dedaunan serta batu-batu besar berlumut beberapa meter dari tanah.

Katak bertaring terkecil di dunia ditemukan di Sulawesi, Indonesia

Sebuah penemuan menarik telah dilaporkan oleh tim ahli herpetologi dari Amerika Serikat dan Indonesia, yang berhasil menemukan spesies katak bertaring terkecil di dunia di perbukitan vulkanik yang subur di Sulawesi, Indonesia. Pendakian melalui hutan hujan yang dilakukan oleh tim peneliti ini membawa mereka menemukan telur-telur katak berwarna hitam seperti kaca di atas dedaunan serta batu-batu besar berlumut beberapa meter dari tanah.

Penemuan ini menjadi sorotan karena telur katak, yang biasanya diletakkan di dalam air, kali ini ditemukan di atas dedaunan. "Setelah berulang kali memantau sarangnya, tim mulai menemukan katak-katak yang sedang duduk di dedaunan sambil memeluk sarang kecil mereka. Anehnya, semua katak yang mengerami telur itu adalah katak jantan," ungkap Jeff Frederick, ahli ekologi satwa liar di Field Museum di Chicago.

Para peneliti juga menemukan bahwa katak penjaga ini melapisi telurnya dengan senyawa yang menjaga kelembaban dan melindungi dari bakteri serta jamur. Spesies katak baru ini, yang diberi nama Limnonectes phyllofolia, memiliki ciri khas berupa pita gigi kecil di rahang atasnya dan dua taring kecil yang menonjol dari rahang bawahnya.

Meskipun Sulawesi memiliki katak bertaring lainnya yang berukuran raksasa, spesies baru ini jauh lebih kecil, hanya sekitar dua gram atau seberat koin satu sen. Frederick menjelaskan, "Hampir sama dengan berat koin satu sen." Hal ini dikaitkan dengan fakta bahwa katak ini bersarang di daun dan tidak memerlukan taring besar untuk bersaing mendapatkan tempat bertelur di arus sungai yang padat.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa taring katak berevolusi secara independen setidaknya empat kali di semua spesies katak. Studi ini memberikan wawasan baru tentang evolusi taring katak, menunjukkan bahwa taring katak yang berevolusi sebagai respons terhadap seleksi seksual tampaknya lebih besar dibandingkan dengan taring katak yang berevolusi sebagai respons terhadap tekanan lingkungan lainnya.

Katak bertaring tidak hanya ditemukan di Sulawesi, tetapi juga di berbagai belahan dunia seperti Kamboja, Vietnam, Afrika Barat, dan Amerika Selatan. Para ilmuwan juga mencatat temuan berudu bertaring dari katak terbang vampir (Rhacophorus vampyrus) di hutan hijau di Vietnam selatan.

Penemuan ini memberikan kontribusi penting pada pemahaman kita tentang keragaman hayati di Indonesia dan melibatkan kerja sama antarinternasional dalam menjaga keanekaragaman hayati global.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB