Penelitian terbaru bongkar mitos tupai 'vampir' pembunuh rusa di Kalimantan
Tupai tanah berumbai (Rheithrosciurus macrotis) dari Kalimantan, yang sempat dijuluki sebagai tupai "vampir" pembunuh rusa, kembali menjadi sorotan setelah penelitian terbaru membongkar mitos yang mengelilingi perilaku misterius mereka.
Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan pada hari ini, para ilmuwan membantah klaim bahwa tupai ini memangsa rusa dengan cara yang brutal. Sebaliknya, hasil penelitian menunjukkan bahwa gigi tajam mereka, termasuk gigi seri besar di rahang atas dan bawah yang memiliki ukiran dalam seperti gergaji, digunakan untuk memakan biji yang sangat keras.
"Kita membicarakan benih dengan sangat keras sehingga manusia kuat yang memiliki palu harus bekerja keras untuk bisa mendapatkannya," ungkap Andrew Marshall, seorang antropolog biologi di Universitas Michigan.
Mitologi seputar tupai ini berawal dari cerita rakyat yang menyebutkan bahwa tupai tanah berumbai mampu menyayat leher rusa dan bahkan mengeluarkan isi perut mereka. Namun, penelitian mendalam mengenai perilaku dan pola makan tupai ini mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya bukan pemakan daging yang haus darah.
Meskipun dulu dikenal dengan julukan "vampir," para ilmuwan menegaskan bahwa tupai ini tidak membunuh rusa dengan menyayat vena jugularis menggunakan gigi setajam silet, seperti yang diberitakan pada artikel Sains tahun 2014. Sebaliknya, mereka cenderung memakan biji-bijian yang keras.
Tupai tanah berumbai juga terkenal dengan ekor spektakuler berbentuk gada yang 30% lebih besar dari tubuhnya. Para ilmuwan berspekulasi bahwa ekor ini mungkin berfungsi sebagai alat pelindung dari predator, seperti macan dahan Sunda (Neofelis diardi), dengan menutupi tubuh kecil mereka dan membingungkan para pemangsa.
Meskipun penelitian telah mengungkapkan beberapa misteri seputar tupai tanah berumbai, asal usul dan sejarah evolusinya masih menjadi tanda tanya. Studi pada tahun 2012 menunjukkan bahwa garis keturunan Rheithrosciurus menyimpang dari sekelompok spesies Palearctic sekitar 36 juta tahun yang lalu dan menjajah Kalimantan melalui daratan dari Asia Tenggara.
Dengan demikian, penelitian terbaru ini menegaskan bahwa tupai tanah berumbai tidak sepenuhnya memenuhi julukan "vampir pembunuh rusa" yang pernah melekat padanya. Sebaliknya, mereka adalah hewan pemakan biji dengan ekor spektakuler yang merupakan salah satu yang terbesar di antara semua mamalia.