• Kamis, 4 Juni 2026

Satu Hari di Bumi Diprediksi Akan Bertambah Menjadi 25 Jam, Ilmuwan Sebut Faktor Utama adalah Jarak Bulan yang Terus Menjauh

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 20 Agustus 2024 | 09:47 WIB
Ilmuwan prediksi satu hari di Bumi akan jadi 25 jam akibat rotasi melambat karena Bulan menjauh. Dampaknya signifikan bagi kehidupan./Tangkap layar Instagram. (Nur Rafiqa)
Ilmuwan prediksi satu hari di Bumi akan jadi 25 jam akibat rotasi melambat karena Bulan menjauh. Dampaknya signifikan bagi kehidupan./Tangkap layar Instagram. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Para ilmuwan mengungkapkan prediksi mengejutkan bahwa durasi satu hari di Bumi akan bertambah menjadi 25 jam.

Perubahan ini disebabkan oleh melambatnya rotasi bumi akibat jarak Bulan yang semakin menjauh dari planet kita.

Fenomena ini, meskipun terjadi secara bertahap, diyakini akan membawa dampak signifikan terhadap kehidupan di Bumi dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Proses melambatnya rotasi Bumi dipicu oleh gesekan pasang surut yang dihasilkan oleh gravitasi Bulan.

Gravitasi Bulan menarik sisi Bumi yang paling dekat, menyebabkan pembengkakan pada permukaan Bumi, yang kemudian memperlambat rotasi planet ini.

"Saat ini, hari di Bumi bertambah panjang sekitar 1,8 milidetik per abad. Hal ini membutuhkan waktu 200 juta tahun untuk menambahkan satu jam lagi ke hari," ungkap para ilmuwan dalam studi mereka.

Bulan secara bertahap menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,81 sentimeter per tahun. Proses ini dikenal sebagai "penguraian pasang surut," yang mengakibatkan orbit Bulan semakin membesar.

Seiring dengan menjauhnya Bulan, rotasi Bumi terus melambat, menyebabkan durasi hari di Bumi semakin panjang.

Baca Juga: Ancaman Baru di Bumi: Lubang Ozon Antartika Bertahan Lama, Bahayakan Penguin dan Anjing Laut!

Lambatnya perubahan durasi hari di Bumi mungkin tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari saat ini, namun dampaknya akan dirasakan secara signifikan dalam jutaan tahun mendatang.

Salah satu dampak penting yang diperkirakan adalah perubahan pada siklus fotosintesis tumbuhan dan aktivitas hewan.

Ritme sirkadian, yang mengatur pola tidur dan bangun manusia, juga diprediksi akan mengalami gangguan, yang dapat berujung pada berbagai masalah kesehatan seperti gangguan tidur dan kelelahan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa meskipun perubahan ini berlangsung sangat lambat, konsekuensinya pada iklim, lautan, dan ekosistem Bumi akan cukup besar.

Oleh karena itu, mereka terus mempelajari fenomena ini untuk memahami lebih dalam dampak jangka panjangnya.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB