• Kamis, 4 Juni 2026

Perbedaan Mencolok Antara Bunga Sakura dan Tabebuya yang Perlu Kamu Tahu!

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 18:14 WIB
Bunga Sakura dan Tabebuya punya banyak perbedaan mulai dari asal, bentuk hingga perawatannya. Meski mirip, keduanya unik! #BungaSakura #Tabebuya #VibeMusimSemi (Dwi Rahayu Putri)
Bunga Sakura dan Tabebuya punya banyak perbedaan mulai dari asal, bentuk hingga perawatannya. Meski mirip, keduanya unik! #BungaSakura #Tabebuya #VibeMusimSemi (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Kita mulai dari sini: Siapa sih yang gak pernah dengar soal bunga Sakura? Yup, bunga yang terkenal banget dari Jepang itu sering banget muncul di media sosial, terutama pas musim semi. Tapi, pernah gak sih kamu dengar tentang bunga Tabebuya?

Kalau belum, no worries! Bunga Tabebuya ini sering banget disebut mirip Sakura, tapi ternyata mereka punya beberapa perbedaan yang cukup signifikan.

Nah, gue inget banget pertama kali lihat Tabebuya di kota besar Indonesia. Gue sempat mikir, "Loh, Sakura di Indonesia?" Ternyata, bunga ini bukan Sakura, tapi Tabebuya yang sering banget mekar di pinggir jalan. Dan lucunya, banyak orang juga salah kaprah, padahal ya jelas beda kalau dilihat lebih dekat.

Baca Juga: Menjelajahi Keunikan Flora Khas Australia: Dari Pohon Raksasa hingga Bunga Cantik

Pertama, soal asal-usul nih. Bunga Sakura itu berasal dari Jepang dan merupakan bagian dari budaya mereka. Di sana, orang-orang ngumpul bareng buat nikmatin keindahan bunga Sakura mekar, yang disebut "hanami." Ini jadi momen penting setiap musim semi di Jepang. Sementara, bunga Tabebuya itu asalnya dari Amerika Selatan, tepatnya Brasil. Seru banget ya, dua bunga ini punya cerita yang beda banget.

Sekarang soal fisik. Kalo dilihat sekilas emang mirip ya, warnanya pink cerah, bikin orang terpesona. Tapi, ternyata kalau kamu perhatikan lebih teliti, ada perbedaan mencolok. Bunga Sakura itu lebih kecil, kelopaknya lembut, dan bunganya cenderung mekar bareng dalam satu waktu yang bikin pohonnya jadi kayak karpet pink.

Sedangkan Tabebuya punya bunga yang lebih besar dan bentuknya mirip terompet. Meski gak semua varian Tabebuya pink, banyak juga yang kuning cerah, jadi kelihatan beda banget deh.

Tabebuya ini tumbuh lebih cepat dan gak sesulit Sakura dalam hal perawatan. Itu sebabnya di Indonesia, pohon Tabebuya sering banget ditanam di tepi jalan atau di taman kota. Selain cantik, pohon ini juga tahan panas, cocok banget buat iklim tropis kita.

Sementara itu, Sakura lebih rewel. Pohon Sakura butuh iklim dingin buat mekar dengan sempurna, jadi gak heran kalau kita jarang lihat Sakura asli tumbuh di Indonesia.

Dulu gue sempat salah kaprah waktu lihat Tabebuya pertama kali mekar di Surabaya. Gue pikir ini Sakura yang entah gimana bisa tumbuh di iklim tropis. Tapi setelah tanya-tanya, ternyata Tabebuya ini emang diimpor buat jadi tanaman hias di kota-kota besar. Dan seru juga sih, bisa lihat bunga pink cerah kayak gini tanpa harus jauh-jauh ke Jepang.

Ada satu perasaan unik saat kita jalan di bawah pohon Tabebuya yang sedang mekar, rasanya mirip vibe musim semi di Tokyo.

Ngomong-ngomong soal vibe, orang sering salah paham karena dua-duanya mekar di musim yang mirip. Sakura mekar di musim semi sekitar bulan Maret-April di Jepang. Sementara Tabebuya di Indonesia mekar sekitar akhir musim hujan, biasanya antara April sampai Juni. Gak salah sih kalau orang suka keliru, apalagi kalau cuma lihat sekilas dari jauh.

Ada satu lagi yang menarik soal Tabebuya ini, yaitu fungsinya buat kota. Gak cuma sekedar jadi tanaman hias, pohon ini punya akar yang kuat dan bisa bantu mengurangi erosi. Jadi, selain cantik, Tabebuya juga punya fungsi yang praktis. Ini mungkin salah satu alasan kenapa banyak kota besar di Indonesia suka nanem Tabebuya. Pohon ini bisa tumbuh tinggi dan besar, tapi akarnya gak merusak jalanan.

Bandingin sama pohon-pohon besar lain yang sering bikin jalanan retak, Tabebuya jauh lebih ramah lingkungan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB