• Kamis, 4 Juni 2026

Tahukah Kamu? Dibutuhkan 150 Pesawat Luar Angkasa dan Biaya Senilai 4 Miliar USD bagi SpaceX untuk Akhirnya Berhasil Menangkap Roket di Udara

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 17 Oktober 2024 | 17:38 WIB
150 pesawat luar angkasa dan  miliar! Inilah rahasia SpaceX berhasil menangkap roket di udara dan bagaimana ini akan mengubah masa depan kita. #SpaceX #Roket #EksplorasiAntariksa (Dwi Rahayu Putri)
150 pesawat luar angkasa dan miliar! Inilah rahasia SpaceX berhasil menangkap roket di udara dan bagaimana ini akan mengubah masa depan kita. #SpaceX #Roket #EksplorasiAntariksa (Dwi Rahayu Putri)

Ragam sulawesitoday - Mungkin kedengarannya seperti sesuatu dari film sci-fi, tapi ya, itulah kenyataannya. SpaceX akhirnya berhasil melakukan salah satu pencapaian yang paling berani dalam eksplorasi antariksa—menangkap roket mereka di udara.

Dan tahukah kamu? Itu semua membutuhkan 150 pesawat luar angkasa serta biaya tak kurang dari $4 miliar. Gila, bukan?

Baca Juga: Geger! Ular Piton 4 Meter Muncul di Mamuju, Warga Berebut Tangkap di Tanggul Roboh

Mengapa Penting Menangkap Roket di Udara?

Pertama-tama, kenapa SpaceX repot-repot menangkap roket di udara? Jawaban singkatnya: efisiensi biaya dan keberlanjutan. Roket sekali pakai, yang hancur setelah peluncuran, sangat tidak efisien dan membuang-buang uang—ratusan juta dolar untuk setiap peluncuran, hilang begitu saja. Elon Musk, otak di balik SpaceX, paham betul bahwa jika mereka bisa menangkap roket di udara setelah digunakan, mereka bisa menggunakannya lagi. Dengan cara ini, mereka bisa menghemat miliaran dolar dalam jangka panjang.

"Bayangkan saja," ujar Musk dalam salah satu wawancara terkenalnya, "jika kamu terbang ke luar negeri dengan pesawat komersial tapi pesawatnya hancur setiap kali mendarat. Harga tiket pasti sangat mahal, bukan? Nah, itulah yang terjadi di industri roket sekarang."

Baca Juga: Evakuasi Dramatis di Gunung Gandang Dewata! Pendaki Sakit Parah Ditandu Sambil Diinfus, Baca Kronologis Lengkapnya di Sini

Proses di Balik Teknologi Super Canggih Ini

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa butuh 150 pesawat luar angkasa? Ini sedikit teknis, tapi coba bayangkan ini sebagai sebuah operasi kolosal di mana setiap pesawat berperan seperti bagian dari jaringan yang luas. Pesawat-pesawat ini diluncurkan dengan interval yang sangat terukur dan ditempatkan pada jalur tertentu untuk memetakan dan memandu roket yang jatuh kembali ke bumi. Tidak hanya sekadar menangkap, ini lebih seperti koreografi rumit antara gravitasi, kecepatan, dan ketepatan waktu.

Selain itu, setiap pesawat dilengkapi dengan sensor super sensitif yang bisa membaca perubahan sekecil apa pun dalam lintasan roket, sehingga mereka bisa memperbaiki arah, menyesuaikan kecepatan, dan secara harfiah "menangkap" roket yang jatuh. Tentu, pesawat ini tidak seperti pesawat konvensional yang biasa kita lihat. Ini adalah pesawat luar angkasa yang diciptakan khusus untuk misi ini.

Baca Juga: Ingin Lolos SKD CPNS? Simak Pesan Penting dari Kakanwil Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar

"Pada dasarnya, ini adalah sebuah simulasi tangkapan sempurna, seperti menjemput sebuah pena yang terjatuh dari ketinggian 20 kilometer di udara," jelas seorang insinyur SpaceX.

Mengapa SpaceX Melakukan Ini?

SpaceX tidak hanya mengincar penghematan biaya. Ada misi yang lebih besar di balik ini—kolonisasi Mars. Dengan menurunkan biaya peluncuran, SpaceX bisa lebih sering meluncurkan misi ke luar angkasa, termasuk Mars. Saat ini, biaya perjalanan luar angkasa sangat mahal, tetapi dengan teknologi yang memungkinkan roket bisa digunakan kembali, angka ini bisa turun drastis. Dan semakin murah biaya peluncuran, semakin cepat kita bisa mewujudkan impian manusia untuk tinggal di planet merah.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB