• Kamis, 4 Juni 2026

Momen Mengerikan Ular Piton Burma 4,5 Meter Ini Terekam Telan Rusa Seukuran Tubuhnya

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 26 Oktober 2024 | 12:17 WIB
Momen piton Burma 4,5 meter menelan rusa seberat 35 kg, tanda bahaya untuk ekosistem Everglades yang terancam. #EvergladesInvasion #WildlifeConservation #PitonVsRusa #EcoAlert (Dwi Rahayu Putri)
Momen piton Burma 4,5 meter menelan rusa seberat 35 kg, tanda bahaya untuk ekosistem Everglades yang terancam. #EvergladesInvasion #WildlifeConservation #PitonVsRusa #EcoAlert (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Penemuan mengerikan ini memunculkan bukti kuat dari dampak invasif ular piton Burma (Python bivittatus) di Everglades, Florida. Seekor piton betina dengan panjang 4,5 meter dan berat 52 kilogram berhasil ditemukan dalam proses menelan rusa ekor putih seberat 35 kilogram—setara dengan 67 persen massa tubuhnya.

Peristiwa ini direkam langsung oleh tim dari Conservancy of Southwest Florida, yang menggambarkannya sebagai "pemandangan paling intens dan mengesankan yang pernah kami amati," menurut Ian Bartoszek, ahli biologi satwa liar dan koordinator sains di tim tersebut.

Baca Juga: Ronaldo dari Sulawesi Tengah Pecahkan Rekor SKD CPNS Kemenkumham, Inspirasi untuk Generasi Muda!

Sebenarnya, piton Burma telah menjadi ancaman lama di Florida sejak pertama kali muncul di akhir abad ke-20. Namun, kejadian ini dianggap luar biasa karena jarang ada kesempatan bagi peneliti untuk menangkap momen ketika piton sedang memangsa secara langsung, apalagi mangsa sebesar rusa.

Prosesnya menegangkan—ular tersebut melebarkan rahangnya hingga 93 persen dari kemampuan maksimalnya, jauh melebihi asumsi sebelumnya bahwa rahang ular piton hanya bisa membuka maksimal 22 sentimeter. Penelitian terbaru mengungkapkan lebar maksimum mencapai 26 cm, menunjukkan adaptasi yang luar biasa dari spesies invasif ini untuk bertahan hidup di ekosistem yang sama sekali bukan habitat asal mereka.

Baca Juga: Kisah Miris Mahasiswi Jadi Eksekutor Pencurian Motor di Makassar Demi Biaya Kuliah, Nekat Terlibat dalam Sindikat

Bartoszek sendiri mengungkapkan, "Ini adalah seperti melihat pembunuh berantai beraksi langsung. Menyaksikan ular ini melahap rusa dalam sekali tangkap bukan hanya mengejutkan, tapi juga peringatan besar bagi kita semua."

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Keberadaan piton Burma telah membawa bencana bagi ekosistem Everglades yang dulunya kaya akan beragam spesies mamalia dan burung. Mereka memangsa satwa asli tanpa henti, mengakibatkan beberapa spesies lokal berada di ambang kepunahan. Sejak masuknya piton ke wilayah ini, banyak hewan asli yang mulai sulit ditemukan, dari kelinci hingga rakun, karena mereka tak lagi punya perlindungan alami dari predator raksasa ini.

Baca Juga: Cerita Tragis Gadis 9 Tahun di Surabaya Meninggal Karena HIV Warisan Sang Ibu, Sempat Berjuang di RS Sebelum Mengembuskan Napas Terakhir

Tingkat ancaman dari piton ini pun tidak hanya memengaruhi ekosistem lokal. Secara tidak langsung, populasi rusa ekor putih—mangsa favorit piton—juga terancam, dan ini memiliki efek berantai pada keseimbangan rantai makanan di wilayah tersebut. Selain itu, piton Burma bahkan tercatat pernah memangsa buaya lokal, predator puncak di daerah tersebut, yang menunjukkan bahwa tak ada batasan yang jelas bagi ular ini dalam memilih mangsanya.

Fenomena ini tak bisa dipandang sebelah mata lagi. Tanpa adanya predator alami yang mampu mengendalikan populasi piton Burma, keberadaan mereka berpotensi menghancurkan habitat asli dan mengganggu keseimbangan ekologis yang telah terbentuk selama ribuan tahun di Everglades. Para ahli percaya bahwa populasi piton di Florida bisa mencapai ratusan ribu ekor, jumlah yang terlalu besar untuk dikendalikan secara manual.

Baca Juga: Ini Kronologi dan Penyebab Truk dan Bus Pariwisata Tabrakan di Jalan Puncak, Dua Korban Luka Dibawa ke RS

Walaupun beberapa upaya telah dilakukan untuk mengurangi jumlah mereka, seperti kompetisi berburu tahunan yang diadakan pemerintah setempat, dampaknya masih minim dibandingkan dengan kecepatan perkembangbiakan mereka.

Penemuan ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi kita semua, terutama para ilmuwan dan pihak yang bertanggung jawab dalam konservasi. Bruce Jayne, profesor ilmu biologi di Universitas Cincinnati, menjelaskan, "Pengukuran anatomi kami menunjukkan bahwa rusa ini berada di ambang batas ukuran mangsa yang masih bisa ditelan piton Burma."

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB