• Selasa, 21 Juli 2026

Kisah Noor Syaidah Perjuangan Si Manusia Kawat dengan Kulit Elastis yang Unik

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Senin, 28 Oktober 2024 | 15:20 WIB
Noor Syaidah: Kisah wanita dengan kulit elastis & lengket, yang membuat geraknya terhambat namun tetap optimis. #InspiringJourney #RareCondition (Amirulah)
Noor Syaidah: Kisah wanita dengan kulit elastis & lengket, yang membuat geraknya terhambat namun tetap optimis. #InspiringJourney #RareCondition (Amirulah)

Sulawesitoday - Pernahkah Anda mendengar kisah seseorang dengan kondisi yang sangat unik hingga sulit dibayangkan oleh banyak orang? Noor Syaidah adalah salah satu dari sedikit orang di dunia yang memiliki kulit yang luar biasa elastis dan lengket, sehingga tubuhnya sering terasa seperti terbelit kawat yang tak terlihat.

Fenomena ini membuatnya mendapat julukan “Si Manusia Kawat” – sebuah nama yang, meskipun terdengar fantastis, menggambarkan perjuangan sehari-hari yang tidak mudah.

Baca Juga: Kisah Menakjubkan Si Manusia Pohon Dedi, Pria dengan Kutil Menyerupai Akar PohonBaca Juga: Kisah Imran Khan Dari Lapangan Kriket ke Gedung Parlemen, Kisah Perjuangan dan Misi Anti-Korupsi di Pakistan

Kondisi langka ini membawa berbagai tantangan bagi Noor. Kulitnya begitu elastis dan lengket hingga setiap kali ia bergerak, gerakannya terasa tertahan, seolah ada tali tak kasat mata yang membatasi kebebasannya.

“Saat saya berjalan atau mencoba menggerakkan tangan, kadang rasanya seperti ada yang menarik kembali,” ujar Noor dalam sebuah wawancara, menjelaskan tantangan yang tidak hanya fisik tetapi juga psikologis.

Baca Juga: Pria China Ini Jual Harta dan Gendong Ibu Lumpuh Keliling Negeri, Netizen Tersentuh

Di bawah permukaan kulitnya yang elastis ini, Noor berjuang keras untuk tetap aktif dan menikmati kehidupannya. Bayangkan, untuk melakukan hal-hal sederhana seperti mengangkat tangan atau membungkuk, Noor harus merasakan perlawanan yang tidak biasa.

"Bergerak bebas itu jadi sesuatu yang saya dambakan," katanya dengan senyuman tipis. Namun, meski kondisinya terlihat berat, Noor menunjukkan semangat luar biasa yang patut diacungi jempol.

Baca Juga: Momen Mengerikan Ular Piton Burma 4,5 Meter Ini Terekam Telan Rusa Seukuran Tubuhnya

Memahami Kondisi yang Tak Biasa Ini

Meskipun belum ada diagnosis medis yang secara tepat menjelaskan kondisi kulit Noor, beberapa pakar percaya bahwa ini bisa menjadi varian dari Ehlers-Danlos Syndrome (EDS), yang merupakan kelainan pada jaringan ikat tubuh. Pada kondisi seperti EDS, tubuh mengalami kelebihan elastisitas pada kulit, persendian, dan bahkan pembuluh darah. Namun, ada elemen unik dalam kondisi Noor yang membedakannya dari gejala EDS pada umumnya – yaitu, kelengketan kulit yang luar biasa ini.

Menurut Dr. Yuni Setiawan, seorang ahli kulit yang pernah menangani kasus-kasus serupa, “Kasus Noor ini jarang ditemukan. Biasanya, elastisitas ekstrem pada kulit disertai oleh kelainan pada jaringan ikat, namun tidak sering disertai dengan kelengketan.” Kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena bisa menimbulkan komplikasi lain, termasuk kesulitan bergerak dan nyeri persendian.

Baca Juga: Mengapa Prabowo dan Titiek Soeharto Memilih Berpisah? Inilah Fakta dan Spekulasinya

Tantangan Sehari-Hari yang Dihadapi Noor Syaidah

Untuk Noor, setiap harinya adalah latihan kesabaran. “Bahkan saat tidur, tubuh saya terasa kaku karena kulit ini,” katanya, berbagi tantangan yang sering kali luput dipahami orang lain. Noor harus memakai pakaian longgar agar tidak memperparah rasa tidak nyaman akibat kulit yang mudah terjebak di berbagai bahan. Benda-benda seperti kursi kulit, sabuk pengaman mobil, hingga seprai yang terlalu rapat bisa menjadi tantangan tersendiri.

Selain itu, Noor juga kerap mengalami pandangan penasaran dari orang-orang yang belum memahami kondisinya. Tidak jarang ia harus menjelaskan atau menerima berbagai mitos dan anggapan keliru. “Orang sering mengira saya terlalu berlebihan atau menyembunyikan sesuatu, padahal saya hanya ingin mereka mengerti bahwa ini adalah kondisi yang nyata,” ujar Noor.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB