• Rabu, 22 Juli 2026

Joget Sadbor Bantu Warga Lunasi Utang, Fenomena Unik dari Sukabumi

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 30 Oktober 2024 | 13:04 WIB
Joget Sadbor dari Sukabumi tak hanya viral, tapi bantu warga mengatasi utang lewat kreativitas dan solidaritas. #EkonomiLokal #KreativitasTanpaBatas #JogetSadbor (Nur Rafiqa)
Joget Sadbor dari Sukabumi tak hanya viral, tapi bantu warga mengatasi utang lewat kreativitas dan solidaritas. #EkonomiLokal #KreativitasTanpaBatas #JogetSadbor (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Di tengah era digital yang serba cepat, siapa sangka joget sederhana dari sebuah desa di Sukabumi bisa mendatangkan perubahan ekonomi yang signifikan bagi warganya? Fenomena Joget Sadbor, yang lahir dari Kampung Margasari di Kecamatan Cikembar, kini tak hanya menjadi viral di TikTok dan YouTube, tetapi juga memberi dampak ekonomi positif bagi komunitas lokal.

Warga kampung tersebut rutin melakukan tarian massal demi mendapatkan saweran (donasi) dari penonton, yang dalam beberapa hari terakhir bisa mencapai Rp 700 ribu per hari. Ini bukan sekadar hiburan biasa—bagi banyak warga, joget ini telah menjadi penyelamat ekonomi.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 3,1 di Jailolo: BMKG Jelaskan Potensi Dampak dan Kedalaman 10 Km

Dari Joget "Ayam Patuk" ke Joget Sadbor

Awalnya, joget ini dikenal dengan nama “joget ayam patuk” karena gerakan tangannya menyerupai ayam yang sedang mematuk makanan. Namun, berkat kreativitas seorang warga bernama Gunawan, tukang jahit keliling yang aktif di TikTok, joget ini mengalami evolusi dan populer dengan nama Joget Sadbor.

“Waktu awal-awal pandemi, cuma dapat saweran kecil,” ujar Gunawan dalam wawancaranya. “Tapi saya terus coba-coba, dan makin lama makin ramai.” Konsistensinya dalam membuat konten membuat banyak orang terlibat, dan akhirnya tarian ini menjadi aktivitas komunitas yang meriah dan produktif.

Baca Juga: Perselingkuhan Berujung Maut di Makassar, Dosen Asal Kotamobagu Lukai Suami Hingga Meregang Nyawa

Ekonomi Tumbuh di Tengah Joget

Apa yang membuat Joget Sadbor begitu menarik adalah bukan hanya hiburannya, tapi juga dampak finansial nyata bagi masyarakat. Saweran yang terkumpul selama live streaming digunakan untuk berbagai kebutuhan warga, seperti melunasi utang, renovasi rumah, dan bahkan biaya pengobatan. Gunawan sendiri mengakui bahwa pendapatan dari aktivitas ini membantu biaya pengobatan ibunya yang mengalami stroke.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi peluang bagi warga yang tadinya tidak memiliki penghasilan tetap. Dengan bergabung ke dalam kelompok joget, mereka bisa berbagi keuntungan dan meringankan beban hidup. Keterlibatan komunitas yang kuat inilah yang membuat Joget Sadbor lebih dari sekadar viral—ia menciptakan rasa kebersamaan dan solusi ekonomi berbasis lokal.

Baca Juga: Ledakan Tungku PT ZTEN Morowali Gegerkan Pekerja, Asap Tebal dan Suara Dentuman Terus Terdengar!

Strategi Sukses di Balik Layar

Keberhasilan fenomena ini bukan kebetulan semata. Ada beberapa strategi yang diterapkan secara konsisten oleh Gunawan dan warga lainnya:

  1. Live streaming rutin: Penonton tahu kapan mereka bisa menonton joget ini, membuat keterlibatan lebih tinggi.
  2. Interaksi langsung: Semakin banyak interaksi dengan penonton, semakin besar pula peluang mendapatkan saweran.
  3. Efektif memanfaatkan media sosial: Dengan fokus pada platform seperti TikTok dan YouTube, mereka berhasil menarik audiens lebih luas dari berbagai kota bahkan luar negeri.

Baca Juga: DPR RI Tekan Polisi Buka Fakta di Kasus Bayu Adityawan! Minta Gelar Perkara Segera

Kreativitas dan Kebahagiaan sebagai Modal Utama

Gerakan yang lucu, musik catchy, dan suasana meriah membuat Joget Sadbor disukai penonton. Mereka menonton tak hanya sekali, tapi berkali-kali. Fenomena ini juga memberi pelajaran penting: bahwa di tengah keterbatasan ekonomi, kreativitas dan kebersamaan dapat membuka peluang yang sebelumnya tak terpikirkan.

Bagi warga Margasari, joget bukan sekadar hiburan; ini adalah cara mereka berjuang dan bertahan di masa sulit.

Baca Juga: Mobil yang Dipakai Supriyani Guru Honorer di Konawe Ditembak OTK, Tuntutan Perlindungan Meningkat

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB