Sulawesitoday - Meta baru saja mengumumkan pemblokiran terhadap sejumlah akun WhatsApp yang diduga terkait dengan kelompok peretas Iran, APT42, yang menargetkan pejabat-pejabat pemerintahan Amerika Serikat, termasuk yang terkait dengan Presiden Joe Biden dan Mantan Presiden Donald Trump.
Aktivitas APT42 dan Respons Meta
Pada tanggal 26 Agustus 2024, Meta mengungkapkan bahwa tim keamanannya berhasil mendeteksi keterlibatan kelompok peretas Iran, APT42, dalam serangkaian serangan siber yang menargetkan figur publik, termasuk pejabat politik dan diplomat.
Meta menyatakan bahwa APT42 menggunakan teknik penyamaran sebagai tim support teknis untuk layanan seperti AOL, Google, Yahoo, dan Microsoft. Sejumlah pengguna WhatsApp melaporkan pesan-pesan mencurigakan tersebut menggunakan tool pelaporan yang tersedia di dalam aplikasi.
Meta, dalam pernyataannya yang dikutip dari CNBC International, menyatakan bahwa aksi APT42 tidak hanya menargetkan pejabat di Amerika Serikat, tetapi juga di negara lain seperti Israel, Palestina, Iran, dan Inggris.
Meta menyebutkan bahwa langkah-langkah pemblokiran akun ini dilakukan setelah ditemukan bukti bahwa APT42 mencoba mengeksploitasi platform WhatsApp untuk tujuan spionase siber yang didukung oleh pemerintah Iran.
Upaya Pencegahan Lebih Lanjut
Meskipun Meta belum menemukan bukti bahwa akun-akun WhatsApp pengguna berhasil diretas, perusahaan terus bekerja sama dengan penegak hukum dan industri teknologi lainnya untuk mencegah upaya pembobolan yang terus berkembang.
Meta juga menekankan pentingnya kewaspadaan pengguna terhadap pesan-pesan mencurigakan dan mendorong pengguna untuk memanfaatkan alat pelaporan yang tersedia di platform.
Sementara itu, kelompok APT42 yang didukung oleh pemerintah Iran, menurut Google, telah lama dikenal sebagai pelaku spionase siber yang menargetkan aktivis, lembaga pemerintah, dan outlet media.
Baca Juga: WhatsApp Uji Fitur Blokir Pesan Otomatis dari Akun Tidak Dikenal untuk Kurangi Spam dan Phishing
Pada awal bulan ini, tim kampanye Donald Trump mengungkapkan bahwa pihak asing berusaha membobol jaringan mereka dan mencuri komunikasi internal secara ilegal.
Microsoft juga sebelumnya mengumumkan telah mengidentifikasi sejumlah hacker Iran yang berupaya memengaruhi jalannya pemilu AS, di mana APT42 diketahui banyak mengirim email phishing kepada pejabat kampanye presiden pada Juni lalu.
Artikel Terkait
WhatsApp Uji Fitur Blokir Pesan Otomatis dari Akun Tidak Dikenal untuk Kurangi Spam dan Phishing
Cara Mengunci WhatsApp di HP Android hingga iPhone: Panduan Lengkap untuk Privasi dan Keamanan Pengguna