Sulawesitoday - PB Alkhairaat Sulawesi Tengah menunjukkan sikap tegas atas penghinaan yang dilakukan terhadap Guru Tua, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, melalui sebuah video daring yang viral.
Penghinaan tersebut tidak hanya mencederai martabat tokoh besar dalam pendidikan Islam, namun juga mengusik nilai-nilai luhur yang dijunjung oleh masyarakat.
Dalam respons yang cepat, PB Alkhairaat mengumumkan pembentukan tim hukum terpusat yang terdiri dari para ahli hukum dan profesional.
Tim ini diberi mandat untuk mengumpulkan bukti, menganalisis konten ujaran kebencian, serta menyiapkan segala dokumen pendukung untuk dilaporkan kepada aparat penegak hukum di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses hukum dan mengirimkan pesan bahwa tindakan semacam ini tidak akan ditoleransi.
Seiring dengan langkah hukum, organisasi tersebut juga menginstruksikan pembentukan tim IT khusus.
Tugas tim ini adalah memantau dan mengelola informasi di dunia maya, baik dengan mengawasi konten negatif yang tersebar maupun dengan mengoptimalkan penyebaran konten positif yang mendukung nama baik Guru Tua.
Pendekatan digital ini dipandang sebagai strategi jitu dalam menangkal potensi konflik sosial yang dapat muncul dari penyebaran ujaran kebencian.
Lebih lanjut, PB Alkhairaat mendorong penguatan solidaritas melalui penggalangan dukungan dari tokoh adat, masyarakat, dan komunitas lokal.
Upaya ini diharapkan mampu membangun posisi moral yang kokoh dan memberikan perlindungan terhadap simbol perjuangan umat Islam di wilayah tersebut.
Sementara itu, setiap komisariat wilayah dan daerah diarahkan untuk segera melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang, menekankan bahwa penegakan hukum harus berjalan cepat dan tegas.
Di tengah dinamika tersebut, organisasi ini juga mengajak seluruh pengurus untuk aktif dalam produksi dan penyebaran konten positif melalui berbagai platform digital.
Baca Juga: Rakor PB Alkhairaat di Parigi Moutong, Persiapan 95 Persen Sambut Empat Komda
Respons santun dan berbasis data diharapkan menjadi kunci dalam menghadapi setiap provokasi yang datang, tanpa menurunkan mutu argumentasi dan etika.
Artikel Terkait
Google Maps Optimalkan Navigasi, Cegah Kemacetan dan Hindari Risiko Kecelakaan
Lebaran 2025: Muhammadiyah Tetapkan 31 Maret, NU dan Pemerintah Ikuti Prediksi Konsensus
Warga 51 Tahun Diterkam Buaya, Insiden di Talise Bawa Pelajaran Penting
Validasi Surat Suara, KPU Parigi Moutong Beri Tanda Khusus PSU
Marselino Ferdinan Kecewa, Jersey untuk Bocah Justru Direbut Orang Lain